El Nino Makin Kuat, BMKG Ungkap Kondisi Cuaca Indonesia Terkini

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Fenomena El Nino di Indonesia kini telah memasuki kategori kuat. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak membuat hujan berhenti sepenuhnya. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Tanah Air justru masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, El Nino selama ini identik dengan musim kemarau yang lebih kering dan berkurangnya curah hujan. Lantas, mengapa hujan masih terjadi ketika El Nino semakin menguat?

Baca Juga :
Cuaca Jakarta Sabtu 1 Agustus 2026 Didominasi Cerah Berawan, Kepulauan Seribu Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
Polri Siapkan Mitigasi hingga Ribuan Personel Antisipasi El Nino dan Karhutla

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan yang masih turun di sejumlah daerah dipicu oleh dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan dalam skala lokal. Dengan kata lain, penguatan El Nino tidak otomatis menghilangkan potensi hujan di seluruh wilayah Indonesia.

El Nino Sudah Masuk Level Kuat

BMKG mencatat perkembangan iklim global menunjukkan El Nino kini berada pada kategori kuat dan bahkan masih berpotensi mengalami penguatan dalam beberapa waktu ke depan.

Hal itu terlihat dari nilai Indeks Niño 3.4 dasarian yang mencapai +2,26, sementara Southern Oscillation Index (SOI) tercatat berada di angka -28,2.

Kedua indikator tersebut menunjukkan pengaruh El Nino masih sangat dominan terhadap pola cuaca di Indonesia.

Secara umum, El Nino menyebabkan berkurangnya pembentukan awan hujan sehingga curah hujan di banyak wilayah Indonesia menjadi lebih rendah dibandingkan kondisi normal. Dampaknya, musim kemarau cenderung berlangsung lebih kering.

Mengapa Hujan Masih Terjadi?

Meski El Nino semakin kuat, BMKG menegaskan hujan tetap dapat terjadi apabila terdapat fenomena atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial terpantau melintasi sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

Keberadaan kedua gelombang atmosfer tersebut mampu meningkatkan pembentukan awan hujan sehingga sejumlah daerah masih mengalami hujan meski sedang berada pada musim kemarau.

Selain itu, BMKG juga mendeteksi anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif pada periode yang sama. Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya tutupan awan yang mendukung terbentuknya hujan.

Baca Juga :
BMKG Ungkap OMC Bisa Tambah Curah Hujan 40 Persen, Jadi Andalan Cegah Karhutla
BMKG Ingatkan Ancaman El Nino, Basarnas Belum Tambah Alat dan Fasilitas: Fokus Pencarian dan Pertolongan Korban
Dua Ancaman Besar El Nino Mengintai, AHY Ungkap Persiapan Pemerintah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang Muktamar, Eks Ketua PBNU: Pemilihan Pimpinan NU Bukan Sekadar Election
• 16 jam lalu
0
thumb
Pangkoarmada RI Lepas Pasukan Latihan TNI Terintegrasi ke Dabo Singkep
• 4 menit lalu
0
thumb
3 Zodiak yang Diyakini Paling Gampang Terkena Energi Negatif
• 9 jam lalu
0
thumb
Hasil Piala Presiden 2026: Gol Tunggal Balsa Sekulic Bawa Maung Bandung Taklukkan Tampines Rovers dan Juara Grup A
• 15 jam lalu
0
thumb
Cuma Butuh 1 Hari Kuasai Braille, Inayatul Kamilah Ajarkan Al Quran kepada Sesama Tuna Netra
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.