BMKG sebut tujuh daerah masuk status awas kekeringan di NTB

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tujuh daerah dari total 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk status awas kekeringan meteorologis akibat kemarau yang diperkuat El Nino dengan indeks +2,26 derajat Celcius.

"Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima tidak mencatat adanya hujan selama 74 hari berturut-turut. Kedua daerah itu masuk kategori kekeringan ekstrem karena sudah lebih dari dua bulan tanpa hujan," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini di Mataram, Sabtu.

Suci memaparkan tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan adalah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Saat ini total terdapat 17 kecamatan pada tujuh daerah di Nusa Tenggara Barat yang berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis tersebut.

Menurut dia, fenomena El Nino yang semakin menguat selama musim kemarau tahun ini telah menyebabkan hari tanpa hujan terus bertambah panjang di sejumlah daerah.

Baca juga: Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027

Kondisi penguatan El Nino tersebut diperkirakan dapat bertahan selama beberapa bulan ke depan. Sedangkan, fenomena Dipol Samudra Hindia atau IOD yang saat ini masih netral diperkirakan beralih ke fase positif mulai September hingga Desember 2026.

Pada akhir Juli 2026, curah hujan di NTB secara umum didominasi kategori rendah antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi hanya tercatat di Pos Hujan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, sebesar 19 milimeter per dasarian.

BMKG memperkirakan peluang hujan pada dasarian I Agustus 2026 atau periode 1–10 Agustus juga masih sangat kecil dengan peluang kurang dari 10 persen di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.

Suci mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

"Sehubungan hari tanpa hujan yang kian panjang dan daerah yang masuk status awas kekeringan meteorologi juga semakin banyak, maka kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih," pungkas dia.

Baca juga: BMKG ingatkan ESDM hingga PLN antisipasi lonjakan listrik saat El Nino

Baca juga: Pemerintah intensifkan modifikasi cuaca, cegah karhutla dan kekeringan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PLN UID Lampung Terapkan Live Line Insulation Coating untuk Pemeliharaan Jaringan Tanpa Pemadaman
• 14 jam lalu
0
thumb
Hotel Pullman di Jakbar Kebakaran, Api Berhasil Dikendalikan
• 1 jam lalu
0
thumb
Amerika Serikat Tak Kunjung Menang Lawan Iran, Donald Trump Mulai Stres
• 2 jam lalu
0
thumb
Terungkap, Sosok Misterius Pembawa Atlet Golf Jesslyn ke Semarang
• 19 jam lalu
0
thumb
Rebranding Conservatory Jadi ATELIER23, Park Hyatt Hadirkan Menu Autentik Lintas Benua
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.