Migran Maroko Ramai-Ramai Nyebrang Laut Masuk Spanyol, 57 Orang Tewas

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: SOCIAL MEDIA via REUTERS/SOCIAL MEDIA

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Spanyol menyatakan berhasil membalikkan gelombang besar migran yang menyerbu wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, Ceuta. Sebagian besar orang yang menyeberangi perbatasan melalui jalur darat dan laut dilaporkan sudah kembali ke Maroko secara sukarela.

Peristiwa yang terjadi sejak Kamis (27/6/2026) pukul 9 pagi itu memicu krisis kemanusiaan sekaligus ketegangan politik di Eropa.

Baca: Chaos! Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Turun-Korban Berjatuhan

Otoritas Spanyol menyebut sedikitnya 57 jenazah telah ditemukan di sisi perbatasan Spanyol, sementara kemungkinan masih ada korban tambahan di wilayah Maroko. Perwakilan pemerintah Spanyol di Ceuta mengatakan sebagian korban tewas tenggelam, sedangkan lainnya terinjak-injak saat berusaha memanjat pemecah ombak yang menopang pagar perbatasan.


Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyatakan sekitar 50.000 orang telah memasuki Ceuta sejak Kamis pagi. Hingga pukul 18.00 waktu setempat pada Jumat, sekitar 48.300 orang diperkirakan telah kembali ke Maroko. Kepala pemerintahan lokal Ceuta, Juan Jesus Vivas, bahkan memperkirakan jumlah migran yang masuk dalam dua hari terakhir mencapai 60.000 orang.

Aparat keamanan Maroko berusaha membubarkan kerumunan di gerbang menuju Ceuta menggunakan pentungan dan gas air mata untuk mencegah lebih banyak orang memasuki wilayah kecil Spanyol yang menjorok ke Laut Mediterania dari wilayah Maroko.

Di sisi perbatasan, polisi Maroko menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang berkumpul di dekat pagar. Truk meriam air dikerahkan, sementara sisa-sisa bus yang hangus dan tujuh mobil terlihat di lokasi bentrokan.

Ratusan orang terlihat kembali ke Maroko melalui pos perbatasan maupun lubang-lubang di pagar. Sebagian dari mereka mengaku tidak mendapatkan makanan maupun tempat berlindung di Ceuta.

"Sejujurnya, saya bahkan tidak tahu mengapa saya datang, dan sekarang saya pulang," kata seorang pemuda asal Tangier, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2026).

"Saya belum makan sejak makan siang kemarin, meskipun saya membawa sejumlah uang. Apa yang kami lakukan ini tidak baik dan juga tidak menyenangkan," imbuhnya.

Ayman, tukang cukur berusia 20 tahun dari kota pelabuhan Larache, mengatakan ia berhasil menyeberang pada Rabu setelah berenang selama lima jam.

"Tidak ada makanan di dalam Ceuta dan kami diusir dengan sangat buruk oleh tentara (Spanyol)," ujarnya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengunjungi Ceuta pada Jumat dan mendapat sambutan berupa cemoohan dari para demonstran. Ia menyebut penyeberangan massal tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah Spanyol.

Sanchez mengatakan pemerintah mempercepat proses pemulangan para migran yang masuk secara ilegal dengan kerja sama penuh dari Maroko.

Ceuta dan Melilla merupakan dua kota otonom Spanyol di wilayah utara Maroko dan menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Afrika. Kedua wilayah itu memang kerap mengalami lonjakan upaya penyeberangan migran yang ingin mencapai Eropa, namun skala gelombang yang terjadi kali ini dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.

Krisis tersebut memicu perpecahan di Eropa. Sejumlah pemimpin negara anggota Uni Eropa mendesak Spanyol memastikan situasi tetap terkendali.

Baca: 'Cosa Nostra' Beraksi! Rampok Alutsista 800 Ribu Senjata-Drone Perang

Italia bahkan memutuskan menangguhkan sementara pengaturan bebas perbatasan Schengen dengan Spanyol. Kebijakan itu akan berdampak pada perjalanan udara dan laut antara kedua negara. Pemerintah Spanyol menilai langkah Italia melanggar perjanjian Uni Eropa.

Partai-partai sayap kanan di berbagai negara Eropa menyalahkan kebijakan migrasi Spanyol yang dinilai longgar, termasuk pemberian amnesti kepada ratusan ribu migran tidak berdokumen tahun ini.


(wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video:Menko Airlangga Ungkap Nasib Perjanjian Dagang RI dengan UE & AS

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
59 Emiten Berpotensi Ditendang dari BEI, Ini Daftar-Nama Perusahaannya
• 2 jam lalu
0
thumb
Tingkat Kepatuhan Capai 98 Persen, 57 LHKPN Perlu Diperiksa Lebih Lanjut
• 23 jam lalu
0
thumb
Polri Siagakan 1.263 Personel Amankan Zikir Doa Kebangsaan di Monas Besok
• 11 jam lalu
0
thumb
Dari Cadangan Persija ke Andalan Timnas Indonesia, Shayne Pattynama Bersinar di Piala AFF 2026
• 13 jam lalu
0
thumb
Menteri PKP Sebut KUR Perumahan Salurkan Rp6,9 Triliun, Dinikmati 96 Ribu UMKM
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.