Dahnil Dapat Banyak Laporan Travel Umrah Telantarkan Jemaah: Kami Tindak Tegas

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan perlindungan jemaah dari berbagai bentuk penipuan dan penelantaran oleh oknum maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak bertanggung jawab.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan teguran keras sekaligus instruksi tegas terkait maraknya laporan travel umrah yang mentelantarkan jamaah di Tanah Suci.

"Saya dapat banyak laporan travel-travel umrah yang mentelantarkan jamaahnya dengan berbagai argumentasi, baik di Jeddah maupun Makkah. Tiketnya tidak dibelikan dan jemaah dibohongi. Kami akan bertindak lebih tegas," ujar Dahnil saat hadir dalam agenda Pengajian Akbar Jemaah Haji Indonesia di Medan, Jumat (31/7).

Menanggapi maraknya pelanggaran tersebut, Dahnil telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj untuk melakukan pengawasan ketat serta mengambil langkah tegas tanpa toleransi.

Setiap travel yang terbukti mentelantarkan jemaah, meskipun baru satu kali terjadi, akan langsung dijatuhi sanksi berat berupa penutupan izin operasional.

Selain sanksi administratif penutupan izin, Dahnil juga memastikan bahwa seluruh oknum travel, KBIHU, maupun pihak yang terlibat dalam praktik penipuan seperti jual beli layanan badal dan dam palsu yang telah merugikan jemaah hingga miliaran rupiah akan diseret ke jalur hukum untuk diproses secara pidana.

Penindakan hukum pidana ini dinilai krusial guna memberikan efek jera sekaligus membersihkan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dari oknum-oknum yang merusak nama baik para ustadz dan kiai yang tulus berdakwah.

Langkah tegas ini bentuk komitmen Kemenhaj yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat. Pemerintah menegaskan tidak akan membiarkan jemaah yang niat utamanya adalah untuk menyempurnakan ibadahnya justru dimanfaatkan dan dijadikan komoditas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan sampai jemaah yang ingin beribadah dijadikan komoditas oleh orang-orang jahat ini. Kasihan ustaz dan kiai yang benar-benar berdakwah, nama mereka ikut dirusak oleh oknum-oknum yang menjual agama," tegas Dahnil

Dia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih travel umrah. Masyarakat diminta untuk selalu memilih penyedia jasa travel yang sudah terdaftar resmi dan memiliki kepastian keberangkatan serta layanan guna menghindari praktik penipuan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Diminta Hujani Timor Leste dengan Gol, Ini Alasannya
• 20 jam lalu
0
thumb
Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Perubahan Iklim dan Pembangunan Hijau
• 20 jam lalu
0
thumb
Persik Kediri Datangkan Lima Pemain Lokal Baru
• 10 jam lalu
0
thumb
92% PDB RI Ditopang Konsumsi dan Dunia Usaha, Anindya Bakrie Tegaskan Kadin Siap Ikut Pacu Pertumbuhan Ekonomi
• 9 jam lalu
0
thumb
Incar Generasi Muda, BSI Bakal Tebar Promo KPR di Danantara Housing Expo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.