Istana Tepis Isu Ancaman Keamanan di Pusat Perbelanjaan Jakarta-Surabaya

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Istana Kepresidenan mengimbau publik dan media massa untuk aktif melakukan cek fakta guna meredam penyebaran isu fear mongering yang memicu ketakutan massal.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran setiap informasi terkait isu ancaman keamanan di sejumlah pusat perbelanjaan Jakarta dan Surabaya.

BACA JUGA: Kombes Budi Sebut Hoaks Isu Ajudan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tewas Ditembak

Hal tersebut dikatakan Hasan menggapai isu adanya pusat perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya yang dipasangi pagar karena diduga terkait ancaman terhadap keamanan.

"Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak 'fear monger' yang sedang beredar itu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

BACA JUGA: Tepis Isu Miring, Lencir Tegaskan Formulasinya Sesuai Regulasi BPOM

Menurut Hasan, masyarakat perlu tetap bersikap optimistis karena kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.

Hasan mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung dengan komunikasi dua arah. Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dari pelaku usaha diterima dengan baik oleh Presiden.

BACA JUGA: Buka-bukaan, Jupiter Tanggapi Isu Miring soal Lonjakan Harta di LHKPN

"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," ujarnya.

Selain itu, Hasan juga membantah anggapan mengenai adanya represi digital dari pemerintah.

Menurut dia, kritik terhadap pemerintah tetap disampaikan setiap hari sehingga tidak terdapat represi digital sebagaimana yang dituduhkan.

"Di mana ada represi digital? Tiap hari ada kritikan kok. Nggak ada represi digital. Nggak ada," tegasnya.

Sebelumnya, ramai di media sosial sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai daerah, seperti Surabaya dan Jakarta serentak memasang pagar.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan termasuk di wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan ketertiban umum.

"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Alphonzus, pemasangan pagar bukan hal baru dan banyak pusat perbelanjaan yang sejak dibangun telah dilengkapi dengan pagar.

Oleh karena itu, ia menegaskan pemasangan pagar juga dimaksudkan sebagai pembatas antara area pusat perbelanjaan dan ranah publik, termasuk sebagai lokasi penyampaian pendapat di muka umum.

"Ada juga pusat perbelanjaan yang berlokasi di mana sering dilintasi ataupun berdekatan dengan lokasi demonstrasi yang mana juga pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban," ucapnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
99% Super El Nino Terjadi di Agustus, Waspadai Beragam Dampak Bagi Manusia
• 7 jam lalu
0
thumb
Pilihan Ruang Kerja Nyaman di Tengah Kota Jakarta
• 12 jam lalu
0
thumb
PUSKEPI Ingatkan Publik Jangan Tertipu Beras Premium, Bulog Diminta Turun Tangan
• 16 jam lalu
0
thumb
Berenang Bareng Teman, Remaja 14 Tahun Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa
• 23 jam lalu
0
thumb
Bangun Soliditas Pranata Humas, Kemendagri Perkuat Konsolidasi dan Kompetensi
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.