Tanggapi tawaran beras premium Bulog, BGN prioritaskan pangan lokal

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyampaikan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) menyambut baik usulan Perum Bulog mengenai penyediaan beras premium untuk mendukung pelaksanaan Program MBG.

"Usulan dari Bulog kami pandang positif. Namun, yang ingin kami tegaskan, Program MBG tetap memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari daerah setempat. Kami ingin petani lokal, pedagang lokal, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang dihasilkan program ini," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan pihaknya akan terus mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan Program MBG.

Baca juga: Menko Pangan sebut MBG libatkan 148 ribu pemasok pangan lokal

Langkah tersebut dipilih sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, serta rantai pasok pangan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, Bulog tidak akan menggantikan peran pemasok lokal, melainkan berfungsi sebagai penyangga (buffer) apabila pasokan beras di suatu wilayah tidak mencukupi atau terjadi gejolak harga.

Sudaryono menjelaskan bahwa usulan Bulog bukan terkait beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), melainkan beras premium yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan apabila suatu daerah mengalami keterbatasan pasokan.

Menurutnya, keberadaan Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan nasional.

"Bulog memiliki fungsi sebagai stabilisator harga dan penjaga stok pangan. Karena itu, kami ingin menempatkan Bulog sebagai buffer. Ketika pasokan beras lokal belum mencukupi atau ada potensi kenaikan harga akibat meningkatnya kebutuhan, Bulog dapat menjadi penyangga, sehingga masyarakat tetap memperoleh harga yang wajar dan stok pangan tetap tersedia," kata Sudaryono.

Baca juga: BGN minta SPPG berdayakan pangan lokal tekan lonjakan harga bahan baku

Baca juga: BGN Papua Barat optimalkan pangan lokal untuk MBG

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi BGN agar pelaksanaan Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi daerah.

Dengan mengutamakan pembelian bahan pangan dari lingkungan sekitar SPPG, perputaran ekonomi di tingkat desa maupun kecamatan diharapkan semakin meningkat.

"Jangan sampai keberadaan dapur MBG justru memicu gejolak harga di suatu wilayah, karena menyerap pasokan yang terbatas. Karena itu, kami memprioritaskan bahan pangan lokal terlebih dahulu. Jika memang terjadi kekurangan, baru Bulog hadir sebagai penyangga agar harga tetap stabil dan pasokan tetap aman," kata Sudaryono.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Dorong Optimalisasi TKD Rp 135,63 Miliar untuk Pemulihan Kabupaten Lima Puluh Kota
• 5 jam lalu
0
thumb
BI Tegaskan Arah Kebijakan Tak Berubah Pasca Mundurnya Perry Warjiyo
• 12 jam lalu
0
thumb
China Akhirnya Buka Suara soal Tudingan Kirim Senjata ke Iran: Posisi Kami Sudah Jelas
• 21 jam lalu
0
thumb
Pulihkan Laut Bali Barat, PIS Restorasi Terumbu Karang dan Gelar Ocean LiteraSEA
• 15 jam lalu
0
thumb
OCBC (NISP) Bukukan Laba Rp2,7 Triliun di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 11 Persen
• 1 menit lalu
0
Berhasil disimpan.