Bukan Cuma Kasus Pemalang, MAKI Curiga Staf KPK Sudah ‘Goreng’ Puluhan Perkara

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mengatakan penetapan staf administrasi KPK, Setya Budi Dias Oktavianto sebagai tersangka pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro membuka potensi kebocoran kasus yang lebih luas. 

Berkaca dalam kasus ini, Boyamin menilai praktek jual beli perkara ini tidak hanya terjadi satu kali.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus OTT Pemkab Pemalang yang terbagi menjadi dua klaster. 

BACA JUGA:Profil dan Jejak Karier Nurkholes Plt Bupati Pemalang, Pengganti Anom Widiyantoro Pasca OTT KPK

Klaster pertama menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro (AWI) dan pihak swasta Mohamad Haris (GHA) atas dugaan pemerasan terhadap jajaran Pemkab.

Sementara klaster kedua berfokus pada oknum internal KPK, yakni staf administrasi KPK Setya Budi Dias Oktavianto (DIS) dan ayahnya, Lilik Budi Suprianto (LBS), yang diduga melakukan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.

Melihat posisi tersangka Setya yang memiliki peran ganda sebagai staf administrasi sekaligus ajudan pimpinan KPK, Boyamin menilai adanya kemungkinan deretan perkara lain yang sempat dibocorkan atau dimainkan oleh oknum tersebut.

"Betul, kalau itu pasti harus digali apa aja yang dia goreng, apa aja yang dia dagangin gitu. Karena nampaknya dia aksesnya banyak karena selain admin dia ajudan gitu. Jadi dia terbukti di Pemalang dia paham kok gitu loh. Sehingga dibocorkan kepada ayahnya, ayahnya terus kemudian melakukan proses negosiasi atau pemerasan gitu," ungkap Boyamin saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Juli 2026.

BACA JUGA:Istri Bupati Pemalang Dibebaskan Pasca OTT, Ini Penjelasan Resmi KPK

Boyamin bahkan menduga jumlah perkara yang diusik oleh tersangka bisa mencapai belasan hingga puluhan kasus.

"Nah, saya yakin tidak hanya satu itu. Saya yakin lebih banyak lagi bisa 10, 20 perkara yang dia sudah mainkan. Nah, caranya gampang, dilacak dari nomor HP-nya. Siapa-siapa yang sudah dibocorkan dan juga oleh bapaknya sudah dimainkan, gitu aja sih. Dan saya yakin itu ada yang lain dan bisa jadi lebih besar lagi gitu. Makasih ya," pungkasnya.

Ia juga menyebut, terungkapnya ulah oknum internal ini terjadi secara tidak sengaja dari penanganan kasus OTT Bupati Pemalang, bukan dari sistem deteksi internal KPK sendiri.

BACA JUGA:Oknum Staf KPK Terseret OTT, Diduga Peras Bupati Pemalang Bersama Ayahnya

"Dan bisa jadi ada perkara-perkara yang lain. Kebetulan aja karena Bupati Pemalang ditangkap. Kalau ndak ditangkap ini kan kita ndak tahu ini. Apakah dia sudah menggoreng perkara yang lain sebelumnya, atau perkara yang bahkan bisa lebih besar gitu, dan memperdagangkannya, bukan hanya menggoreng tapi memperdagangkannya gitu, membocorkan itu," tegasnya.

"Ya ini memang menurut saya memang KPK sekarang harus betul-betul berbenah. Karena nampaknya udah bocor dan saya yakin ini kebocoran ini bukan hanya satu orang, bisa dua orang, tiga orang yang lain gitu," sambungnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ayu Ting Ting Siap Meriahkan HUT Ke-70 Danamon, Ada Festival Kuliner hingga Pameran Otomotif 
• 22 jam lalu
0
thumb
Sekjen Kemendagri: Transformasi Satpol PP Perlu Pendekatan Humanis
• 14 jam lalu
0
thumb
Jadwal Siaran Langsung Piala AFF 2026 Hari Ini: Timor Leste Vs Timnas Indonesia, Tonton di RCTI
• 17 jam lalu
0
thumb
Dewan Pakar Hoegeng Awards Beberkan Keunikan Polisi di Pedalaman
• 6 jam lalu
0
thumb
Langkah Serius Polisi Usut Tuntas Misteri Kasus Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur, Apa Saja?
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.