TABLOIDBINTANG.COM - Kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan kreativitas digital dirasakan Almeyda Nayara. Mahasiswi jurusan Mass Communication di BINUS University itu merupakan salah satu penerima beasiswa BINUSfluencer.
Bagi Nayara, program tersebut bukan sekadar memberikan akses pendidikan. Beasiswa 100 persen yang diterimanya juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi sebagai content creator dengan tetap mengedepankan tanggung jawab dan prestasi akademik.
Keputusan Nayara memilih BINUS University tidak terlepas dari sang kakak yang lebih dulu menjadi BINUSian. Meski berada di regional berbeda, sang kakak kerap membagikan pengalaman positif selama berkuliah di BINUS University.
Cerita tersebut membuat Nayara tertarik merasakan sendiri lingkungan pendidikan di BINUS University. Ia menilai kampus tersebut memiliki lingkungan yang suportif dengan fasilitas yang mendukung pengembangan mahasiswa.
"Aku punya abang yang juga BINUSian. Dari dulu aku selalu sharing cerita sama abangku. Abangku selalu sharing cerita yang sangat positif, sangat suportif mengenai pengalaman yang ada di BINUS University," ujar Nayara dalam Konferensi Pers Binus University Luncurkan Beasiswa, Selasa (28/7) lalu.
Setelah menjadi mahasiswa, Nayara mengaku pengalaman yang dirasakan sesuai dengan cerita sang kakak. Ia melihat teman-teman dan dosen di BINUS University mendukung mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat masing-masing.
"BINUS mengarahkan mahasiswa dan mahasiswinya untuk bisa mengembangkan minat bakatnya masing-masing. Jadi kita tidak hanya di-push untuk belajar di kelas saja, tapi kita juga diapresiasi dan dihargai karya-karya yang di bidang akademik juga," tuturnya.
Nayara mendaftar program beasiswa tersebut pada September dua tahun lalu dan dinyatakan sebagai penerima BINUSfluencer pada Oktober. Ia pun mendapatkan beasiswa penuh atau 100 persen.
Jadi Kreator Konten Tak Boleh Lupakan Akademik
Bagi Nayara, dukungan orang tua turut menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Ia merasa orang tuanya memahami peluang besar di era digital apabila kreativitas dimanfaatkan untuk hal-hal positif.
"Alhamdulillah aku senang banget bisa jadi salah satu penerima BINUSfluencer ini karena dengan adanya beasiswa ini, ini bisa menjadi wadah aku untuk terus berkarya, dikenal banyak orang, dan menjadi content creator yang memang bertanggung jawab," katanya.
Sebagai penerima beasiswa, Nayara tetap memiliki tanggung jawab akademik. Ia menyebut penerima BINUSfluencer harus mempertahankan IPK di atas 3,5 dan memenuhi ketentuan kehadiran perkuliahan.
Selain itu, Nayara mendapat pendampingan dari tim BINUSfluencer dalam membuat konten. Ia mengaku selalu mendapat arahan dan kesempatan bertukar ide sehingga tidak merasa berjalan sendirian.
"BINUS itu sangat membantu aku untuk bikin konten. Aku senangnya selalu di-brief dengan banyak bantuan dari tim-tim BINUSfluencer juga, selalu mendampingi aku. Jadi aku nggak pernah bingung mau bikin konten apa," pungkas pemilik 990 ribu pengikut Instagram.
Bagi Nayara, menjadi BINUSfluencer merupakan kesempatan untuk terus berkarya sekaligus mengembangkan kreativitas digital secara positif dan bertanggung jawab.





Komentar (0)