56 Rumah Terbakar di Tallo: 235 Jiwa Terdampak, 1 Orang Luka

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat jumlah rumah yang terdampak kebakaran di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, terus bertambah. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 56 unit rumah semi permanen terdampak dalam musibah yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) dini hari tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, M. Fadli Tahar, mengatakan kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 01.47 Wita itu mengakibatkan 105 kepala keluarga atau 235 jiwa terdampak. Selain itu, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.

“Berdasarkan data sementara, kebakaran mengakibatkan 56 unit rumah semi permanen terdampak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, dari total rumah yang terdampak, sebanyak 21 unit berada di RT 04/RW 04 dan 35 unit di RT 05. Sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan sisanya mengalami kerusakan sedang hingga ringan.

Menurut Fadli, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang kemudian diperparah oleh kondisi bangunan yang didominasi material semi permanen serta tiupan angin kencang sehingga api dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam dengan melibatkan 50 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar. Penanganan juga mendapat dukungan personel BPBD Kota Makassar, TNI, dan Polri hingga api berhasil dikuasai.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan, penanganan berlanjut ke fase tanggap darurat yang dikoordinasikan BPBD Kota Makassar.

“Fokus kami adalah melakukan asesmen menyeluruh, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, serta menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi agar warga dapat segera kembali beraktivitas,” kata Fadli.

Ia menambahkan, tim BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan bangunan, memverifikasi jumlah warga terdampak, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.

Sejumlah bantuan yang menjadi kebutuhan prioritas telah diinventarisasi, di antaranya terpal, tenda darurat, baby kit, family kit, perlengkapan pertolongan pertama, selimut, pakaian, hingga kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Selain pemenuhan kebutuhan darurat, BPBD juga menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan berdasarkan hasil asesmen lapangan.

“BPBD juga akan menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan sesuai hasil asesmen lapangan. Layanan dukungan psikososial atau trauma healing juga akan diberikan apabila dibutuhkan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan,” jelasnya.

BPBD Makassar menegaskan proses pendataan masih terus berlangsung sehingga jumlah rumah terdampak maupun kebutuhan warga berpotensi berubah sesuai hasil verifikasi lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan cepatnya penyebaran api dipicu material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu serta kondisi angin yang cukup kencang saat kebakaran terjadi.

“Rumah semi permanen atau kayu ditambah angin cukup kencang membuat api cepat membesar,” katanya.

BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah serta memastikan penggunaan peralatan listrik sesuai standar keselamatan guna mencegah terjadinya peristiwa serupa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tepis Kekhawatiran Berlebih, Gubernur Pramono Minta Perkantoran Jakarta dan Pengelola Mal Copot Pagar Baru
• 39 menit lalu
0
thumb
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus TPPU Seret Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 21 jam lalu
0
thumb
Rugikan Negara Rp 15,6 M, Korupsi Jasindo Pakai Modus Komisi Fiktif
• 1 jam lalu
0
thumb
FULL! Ayah-Anak Diduga Kompak Peras Bupati Pemalang, Eks Komisioner KPK Buka Suara - SAPA PAGI
• 3 jam lalu
0
thumb
Kejagung Tolak Berkomentar Soal Kematian Kepala Rumah Tangga Febrie Adriansyah
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.