Kebakaran Hutan di Eropa Terus Berkobar, Tiga Petugas Pemadam Kebakaran Yunani Tewas

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Kebakaran hutan di Eropa terus berkecamuk, ribuan orang di Prancis telah dievakuasi, dan pemerintah Spanyol juga mengumumkan status darurat akibat kebakaran hutan. Pada 29 Juli, beredar kabar dari Yunani bahwa tiga petugas pemadam kebakaran Yunani gugur saat memadamkan api di Pulau Kreta dan Semenanjung Peloponnesos.

EtIndonesia.com Menurut laporan Radio BBC pada 30 Juli, Pulau Kreta  yang merupakan destinasi wisata populer, saat ini dilanda kebakaran hutan di beberapa lokasi. Angin kencang memperparah penyebaran api, sehingga memaksa penduduk di beberapa desa untuk dievakuasi. Pada 29 Juli, dua petugas pemadam kebakaran terjebak saat kebakaran hutan melanda wilayah Rethymno di bagian barat pulau tersebut dan sayangnya tewas dalam tugas.

Saksi mata mengatakan, sejumlah kebakaran meletus di Pulau Kreta dan menyebar dengan cepat, dengan garis api terparah mencapai 15 kilometer.

Seorang warga bernama Chrissa Gioukaki mengatakan kepada Reuters, “Anginnya sangat kencang—sampai-sampai kadang-kadang sulit untuk berdiri tegak. Api sangat ganas, sungguh menakutkan.”

Seorang petugas pemadam kebakaran lainnya ditemukan dalam keadaan pingsan di dekat kota pelabuhan Gytheio, di bagian selatan Semenanjung Peloponnese, dan kemudian meninggal dunia setelah upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil.

Kebakaran hutan juga melanda wilayah lain di Yunani, termasuk Pulau Paros dan Pulau Lesbos di Laut Aegea, serta kota Trifylia di bagian selatan daratan Yunani.

Di selatan Turkiye, akibat kebakaran di Provinsi Muğla, jalan raya utama yang menghubungkan Fethiye dan Antalya terpaksa ditutup, dan sebagian staf rumah sakit juga dievakuasi.

Sementara itu, Spanyol dan Prancis dilanda gelombang panas keempat musim panas ini, dan petugas pemadam kebakaran berupaya mencegah kebakaran hutan besar yang baru saja berhasil dikendalikan agar tidak berkobar kembali.

Di Spanyol, Perdana Menteri Pedro Sánchez memperingatkan bahwa 12 jam ke depan sangat krusial untuk memadamkan kebakaran hutan di dekat ibu kota Madrid. Ia menyatakan, meskipun saat ini upaya pemadaman berjalan lancar, kewaspadaan tinggi tetap diperlukan karena suhu yang meningkat, kelembaban yang menurun, serta kemungkinan terjadinya hembusan angin kencang.

Di Burgohondo, Provinsi Ávila, yang terletak 150 kilometer di sebelah barat Madrid, lebih dari 43.000 hektar lahan telah hangus. Kebakaran hutan ini dianggap sebagai yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Spanyol. Sejak awal tahun ini, lebih dari 207.000 hektar lahan di Spanyol telah dilalap api.

Wali Kota Chapinería, Lucía Moya, mengatakan kepada stasiun televisi Madrid bahwa kebakaran ini menimbulkan dampak yang sangat parah bagi kotanya, “Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan pekerjaan. Memulihkan kehidupan normal akan menjadi tugas yang berat.”

Meskipun kebakaran di pinggiran Madrid dan Castellón di pesisir timur belum menelan korban jiwa, pihak berwenang di kota Sevilla di selatan menyatakan bahwa seorang wanita yang menderita luka bakar parah akibat kebakaran di Los Gallardos, Almería, pada awal Juli ini telah meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya yang terlalu parah.

Kebakaran di Almería telah menewaskan 14 orang, termasuk warga negara Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Prancis, dan Spanyol.

Di barat daya Prancis, beberapa kebakaran terbesar di departemen Gironde saat ini masih digambarkan sebagai “stabil” meskipun telah berkali-kali berkobar kembali. Namun, para pejabat memperingatkan bahwa cuaca kering dan berangin akan terus berlanjut, dengan suhu tertinggi mencapai 41 derajat Celcius (106 derajat Fahrenheit).

Kebakaran juga terjadi di wilayah Vila Real, di bagian timur laut Portugal, negara tetangga. Pejabat pertahanan sipil mengatakan kepada stasiun penyiaran publik RTP bahwa saat ini terdapat garis api aktif sepanjang 1 kilometer, dan mereka sedang memantau dengan cermat sebuah instalasi pengolahan air serta gudang gas alam di dekat kota Valpaços.

Berdasarkan data dari Copernicus Climate Change Service, perubahan iklim sedang mendorong kenaikan suhu global, dan Eropa merupakan benua dengan laju pemanasan tercepat, yaitu dua kali lipat dari rata-rata global. Hal ini menyebabkan gelombang panas musim panas yang sering terjadi, tekanan pada pasokan air di Eropa semakin meningkat, serta kebakaran hutan yang semakin dahsyat.

Dilaporkan dan diterjemahkan oleh Jurnalis Jin Hong / Editor Penanggung Jawab: Li Quan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hina Wartawan bak Sirkus, Politikus PDIP Deddy Sitorus Resmi Dilaporkan ke MKD DPR RI
• 1 jam lalu
0
thumb
Resmi Dibuka, Pameran Otomotif GIIAS 2026 Bawa Tema Eye of the Future
• 12 jam lalu
0
thumb
BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Respons Bencana Makin Cepat, Paling Lama 15 Menit
• 20 jam lalu
0
thumb
Menkum Belum Terima Salinan Putusan MK soal Pemisahan Anggaran MBG dengan Dana Pendidikan
• 1 jam lalu
0
thumb
Dony Oskaria Bicara Industrialisasi Kendaraan Listrik hingga Kereta Api
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.