AS Mencegat Seluruh Rudal Iran, Laporan Intelijen: Beijing Akan Memberikan Rudal kepada Iran

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat setelah sempat mereda sejenak. Pada 28 Juli 2026, Iran melancarkan serangan mendadak dengan rudal balistik terhadap pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah, yang memicu perhatian. 

Berikut laporan koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.

Komando Pusat Angkatan Bersenjata AS (CENTCOM) baru-baru ini menyatakan bahwa serangan Iran terhadap pasukan AS yang ditempatkan di Yordania merupakan serangan mendadak. Pasukan AS hanya memiliki beberapa menit untuk menembak jatuh rudal-rudal tersebut, namun semua rudal berhasil dicegat oleh pasukan AS. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan fasilitas militer AS, dan ini merupakan sinyal yang jelas bahwa konflik kembali memanas.

Presiden Trump menyatakan, sebagai tanggapan atas serangan Teheran terhadap aset AS, Washington akan “memberi pelajaran keras kepada Iran”.

Selain itu, militer AS dan Arab Saudi bekerja sama melakukan serangan udara pada Selasa 28 Juli 2026  terhadap milisi Irak yang didukung Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS dan angkatan bersenjata Arab Saudi pada hari itu melancarkan serangan presisi di Irak terhadap proksi pro-Iran. Langkah ini sebagai respons atas lebih dari 30 serangan yang dilancarkan Iran terhadap pasukan AS dan fasilitas energi Arab Saudi dalam 72 jam terakhir. Pihak AS menegaskan bahwa serangan Iran terhadap pasukan AS tidak berhasil.

Namun demikian, serangan balasan yang dilancarkan Iran dan kelompok Houthi terhadap dua jalur pelayaran penting di dunia terus meningkat.

Pada Rabu 28 Juli, Iran mengklaim telah menyerang tiga kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kelompok Houthi yang didukung Iran juga sering menimbulkan keributan. Beberapa hari yang lalu, mereka mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah menggunakan rudal balistik.

Meskipun demikian, Presiden Trump tetap memberikan ruang negosiasi kepada Iran, namun juga menyatakan bahwa jika negosiasi tidak membuahkan hasil, ia akan melancarkan serangan besar-besaran baru, termasuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

Mari simak pernyataan Presiden Trump.

Presiden AS Trump: “Saya perkirakan sekitar 91 juta orang akan kehilangan listrik dan jembatan. Keseimbangan di sini sangat rapuh. Jadi, saya rasa kita sekarang berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Mereka tahu saya akan melakukan ini. Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, jembatan-jembatan itu akan lenyap, sungguh, dalam waktu kurang dari dua jam. Sebagian besar jembatan, terutama jembatan-jembatan utama, akan lenyap, dan pembangkit listrik juga akan dihancurkan dalam waktu satu hari. Anda tahu, jika saya bisa mencegah hal ini terjadi, tentu saja saya ingin mencegahnya.”

Reporter NTD hang Liang: Sementara itu, Reuters mengutip tiga sumber yang mengatakan bahwa Iran diperkirakan akan menerima 400 unit peluncur rudal pertahanan udara portabel buatan China dalam beberapa minggu ke depan. Transaksi senilai 60 hingga 70 juta dolar AS ini diperkirakan mencakup 300 hingga 400 unit sistem pertahanan udara portabel, termasuk rudal QW-12 dan FN-16 buatan Tiongkok.

Saat ini, informasi tersebut masih menunggu tanggapan resmi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
GIIAS 2026 Resmi Digelar, Hadirkan Lebih dari 65 Merek Kendaraan
• 7 jam lalu
0
thumb
Dapat Arahan SBY-AHY, Agung Nugroho: Kepercayaan Masyarakat adalah Amanah
• 15 jam lalu
0
thumb
Melihat Pengguna Memakai Pin Prioritas? Berikan Tempat Duduk dan Bantuan Saat Dibutuhkan
• 2 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming Birmingham vs Barcelona Lengkap dengan Jadwal Uji Coba
• 11 menit lalu
0
thumb
5 Berita Populer: Pendapatan The Odyssey; Pementasan Rumah Sakit Jiwa
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.