JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mengatakan, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terus memberi perhatian terhadap pembangunan di kawasan Indonesia timur selama menjabat 2 periode.
Ali meyakini bahwa penilaian masyarakat terhadap capaian tersebut tentu beragam, tetapi pembangunan menjadi salah satu dasar yang sering dibahas dalam melihat rekam jejak pemerintahan Jokowi.
"Selama dua periode kepemimpinannya, Joko Widodo banyak memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan timur Indonesia, termasuk NTT, melalui pembangunan infrastruktur, konektivitas, bendungan, pengembangan destinasi wisata, serta berbagai program sosial," ujar Ali dalam siaran pers PSI, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Jokowi Lanjutkan Safari Politik Keliling Indonesia, Kali Ini ke NTT
Ali mengatakan, dalam perspektif itu, kunjungan Jokowi ke NTT pada Jumat hari ini hingga Sabtu (1/8/2026) besok dapat dipandang sebagai upaya menjaga hubungan yang telah terbangun dengan masyarakat.
Ia menyebutkan, kunjungan Jokowi ini tidak hanya dapat dimaknai sebagai agenda silaturahmi politik, tetapi juga sebagai momentum untuk kembali memperkuat ikatan emosional dengan masyarakat NTT.
"Dalam tradisi masyarakat Flores Timur dan Lamaholot, gading gajah bukan sekadar benda pusaka. Gading merupakan simbol kehormatan, komitmen, tanggung jawab, dan ikatan kepercayaan antarkeluarga yang diwariskan lintas generasi. Nilai utama dari gading bukan terletak pada bendanya, melainkan pada kesungguhan menjaga amanah dan hubungan baik," kata Ali.
Baca juga: Jokowi, Narasi Politik, dan Sistem Presidensial
"Filosofi tersebut dapat menjadi refleksi dalam kehidupan politik. Kepercayaan rakyat tidak dibangun melalui slogan atau simbol semata, tetapi melalui komitmen yang diwujudkan dalam tindakan nyata," imbuh dia.
Sebab, kata dia, sebagaimana filosofi gading gajah yang melambangkan komitmen untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan, hubungan antara pemimpin dan rakyat juga memerlukan konsistensi dan kehadiran yang berkelanjutan.
"Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam politik modern, kepercayaan publik merupakan amanah yang harus terus dirawat. Simbol boleh berubah, partai politik dapat berganti, tetapi nilai dasar berupa komitmen, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat tetap menjadi ukuran utama dalam memperoleh legitimasi rakyat," kata Ali.
Sementara itu, Ali menyebut, di NTT sendiri, filosofi gading mengajarkan bahwa kehormatan tidak diwariskan begitu saja, melainkan dijaga melalui tindakan.
"Demikian pula dalam politik, kepercayaan masyarakat tidak diperoleh hanya melalui identitas politik, melainkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan oleh rakyat," imbuh eks pentolan Nasdem ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)