AS-Arab Saudi Gempur Irak, Targetkan Milisi Pro Iran

celebesmedia.id
4 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan ke pangkalan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak yang menargetkan milisi pro Iran.

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) menyatakan sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya terluka akibat serangan gabungan AS dan Arab Saudi di Irak.

PMF merupakan aliansi bekas kelompok paramiliter yang kini menjadi bagian dari angkatan bersenjata Irak. Serangan tersebut diperkirakan semakin memperburuk ketegangan keamanan di Timur Tengah dan meningkatkan risiko meluasnya konflik regional.

Washington menyebut operasi militer itu sebagai respons atas peluncuran rudal Iran ke arah pasukan Amerika di Timur Tengah sehari sebelumnya. Sebelum serangan berlangsung, rudal balistik Iran yang mengarah ke Yordania berhasil dicegat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan negaranya akan memberikan balasan keras terhadap setiap serangan yang mengancam kepentingan Amerika.

"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," kata Trump, dikutip dari AFP, Rabu (29/7/2026).

Trump mengatakan rudal Iran hanya memberi waktu beberapa menit bagi pasukan Amerika untuk bereaksi sebelum akhirnya berhasil dicegat.

Ia juga memastikan serangan udara yang dilakukan pasukan AS dan Arab Saudi terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak telah dikoordinasikan dengan pemerintah Irak.

Operasi gabungan tersebut digelar setelah otoritas Arab Saudi mengklaim berhasil mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di wilayah timur negara itu. Riyadh menuding kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak berada di balik serangan tersebut.

Aksi militer ini juga berlangsung di tengah tekanan Washington terhadap pemerintah Irak agar melucuti kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat kepada CNN mengatakan serangan difokuskan pada sasaran militer.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kita untuk menyerang mereka. Mereka tahu itu akan datang," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah selatan negara itu setelah serangan berlangsung.

Menurut Iran Press TV yang dikutip Al Jazeera, ledakan terjadi di beberapa lokasi di Iran selatan.

Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan sedikitnya tiga ledakan mengguncang Pulau Qeshm. Warga setempat menyebut sebuah rudal menghantam kawasan permukiman, meski saat itu belum ada kepastian mengenai jumlah korban.

Penyiar nasional IRIB juga melaporkan ledakan terjadi di Provinsi Bushehr, lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.

Serangan militer yang berlangsung sekitar dua jam itu menghantam puluhan target. Washington menyebut operasi tersebut sebagai "respons yang kuat" atas serangan rudal Iran sehari sebelumnya.

Kantor berita Fars melaporkan serangan di Pulau Qeshm menewaskan tiga anggota satu keluarga, termasuk seorang balita berusia dua tahun.

"Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan.

Fars juga melaporkan dua anak lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi yang juga menyasar wilayah Irak.

Teheran menilai operasi itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan bagian dari upaya memperluas konflik di kawasan.

"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar kementerian dalam pernyataan yang dirilis Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dikutip Press TV.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai Agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Irak dan pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional.

Teheran juga memperingatkan bahwa operasi militer itu sejalan dengan ambisi Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat.

Sumber: AFP/ Al Jazeera/ Tasnim/ CNN/ Antara


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Tahan 4 Tersangka Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jasindo
• 14 jam lalu
0
thumb
Kelakar Prabowo ke Jaksa Agung dan Kapolri: Selalu Berdekatan
• 22 jam lalu
0
thumb
Oegroseno Bantah Terima Uang Hibah Sepolwan, Sebut Seluruh Proses Pengadaan Tanah Dilakukan Panitia
• 10 jam lalu
0
thumb
Jordi Amat Incar Tiga Poin Tambahan, tak Ingin Timnas Indonesia Terpeleset Lawan Timor Leste
• 15 jam lalu
0
thumb
Cegah Fraud, Mulai Agustus 2026 RS Didorong Terapkan Klaim Elektronik
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.