Dunia Siaga! Netanyahu Bongkar Rencana Rahasia Trump, Operasi Militer Terbesar ke Iran Disebut Segera Dimulai!’

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com – Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kembali memasuki fase yang semakin krusial. Seorang pejabat senior Israel pada Rabu, 29 Juli 2026, mengungkapkan sejumlah informasi penting mengenai hasil pembicaraan tertutup antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi baru bahwa Washington kini tengah berada di titik penentuan terkait langkah selanjutnya terhadap Republik Islam Iran.

Menurut pejabat tersebut, Presiden Donald Trump saat ini sedang mempertimbangkan tiga opsi utama sebagai strategi menghadapi Iran. Pilihan pertama adalah berupaya mencapai kesepakatan baru mengenai program nuklir Iran melalui jalur diplomasi. Pilihan kedua ialah mempertahankan sekaligus memperketat tekanan ekonomi dan rezim sanksi yang selama ini diterapkan terhadap Teheran. Sementara pilihan ketiga adalah kembali menggunakan kekuatan militer melalui operasi berskala besar apabila seluruh jalur diplomatik dinilai gagal menghentikan ambisi nuklir Iran.

Pejabat Israel itu menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Trump. Menurutnya, hasil pembahasan bersama Netanyahu menunjukkan bahwa seluruh opsi masih berada di atas meja dan belum ada keputusan final yang diumumkan kepada publik.

Tidak lama setelah pertemuan kedua pemimpin tersebut berakhir, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) juga menyampaikan perkembangan terbaru mengenai situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa Washington tengah meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dalam waktu dekat.

Dalam kesempatan yang sama, pejabat senior Israel tersebut juga mengungkap sejumlah penilaian intelijen terbaru mengenai kondisi internal Iran. Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian adalah mengenai Mojtaba Khamenei, putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut pejabat itu, Mojtaba Khamenei dipastikan masih hidup. Namun hingga saat ini, tidak ada pihak yang diketahui pernah melihat keberadaannya secara langsung. Kondisi tersebut kembali memunculkan berbagai spekulasi mengenai tingkat kerahasiaan yang diterapkan pemerintah Iran terhadap tokoh yang selama ini disebut-sebut memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Teheran.

Pejabat tersebut juga mengklaim bahwa operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan pukulan besar terhadap kemampuan strategis Iran. Menurut penilaian intelijen Israel, sebagian besar kapasitas produksi strategis Iran telah berhasil dihancurkan melalui serangkaian operasi militer dan operasi rahasia.

Ia bahkan menyebutkan bahwa saat ini Iran diperkirakan hanya memiliki sekitar 1.500 rudal yang masih tersisa sebagai bagian dari persediaan strategisnya. Meskipun angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, klaim tersebut menunjukkan keyakinan Israel bahwa kemampuan militer Iran telah mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan sebelum konflik meningkat.

Selain itu, hasil evaluasi intelijen terbaru juga menyimpulkan bahwa aktivitas pengayaan uranium Iran kemungkinan besar tidak dilakukan di kawasan pegunungan sebagaimana yang selama ini banyak diperkirakan oleh berbagai analis internasional. Jika penilaian tersebut benar, maka asumsi mengenai lokasi fasilitas nuklir Iran selama bertahun-tahun kemungkinan perlu ditinjau kembali.

Pejabat Israel tersebut juga menyinggung operasi yang menewaskan 29 ilmuwan nuklir Iran. Menurutnya, operasi tersebut merupakan salah satu target strategis yang sejak lama didorong oleh pemerintah Israel sebagai bagian dari upaya memperlambat perkembangan program nuklir Iran.

Lebih jauh lagi, Israel mengklaim telah memperoleh informasi intelijen yang sangat dapat dipercaya mengenai lokasi penyimpanan material nuklir Iran. Informasi tersebut disebut menjadi salah satu faktor penting dalam penyusunan berbagai opsi strategis yang kini sedang dipertimbangkan bersama Amerika Serikat.

Namun, pernyataan yang paling mengejutkan muncul ketika pejabat tersebut berbicara kepada Channel 15 Israel. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat saat ini sedang mempersiapkan sebuah operasi militer terhadap Iran dengan skala yang jauh lebih besar dibandingkan operasi-operasi sebelumnya.

Menurutnya, apabila operasi tersebut benar-benar dilaksanakan, maka dunia akan menyaksikan sebuah tindakan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya. Operasi itu disebut akan melampaui seluruh operasi yang pernah dilakukan terhadap Iran selama ini, baik dari sisi cakupan sasaran, kekuatan tempur yang digunakan, maupun tujuan strategisnya.

Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa Washington tidak lagi hanya mempertimbangkan serangan terbatas sebagai bentuk pembalasan atas tindakan Iran, melainkan sedang mempersiapkan kemungkinan operasi militer yang lebih luas dan terkoordinasi.

Kalangan pertahanan Israel juga menilai bahwa Amerika Serikat kini semakin mendekati keputusan untuk melancarkan operasi balasan besar terhadap Iran. Mereka melihat adanya perubahan nada dalam berbagai pernyataan publik yang disampaikan oleh Perdana Menteri Netanyahu setelah bertemu Presiden Trump.

Menurut para pejabat pertahanan Israel, pertemuan antara kedua pemimpin itu diduga telah menjadi momentum penting untuk mulai menyusun kerangka kerja sama apabila nantinya diputuskan adanya operasi militer baru terhadap Iran. (***)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dasco Sebut Survei Approval Rating Prabowo dari SMRC & Indikator Jadi Bahan Kajian
• 1 jam lalu
0
thumb
PTPP Garap Proyek SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan Senilai Rp234 Miliar
• 7 jam lalu
0
thumb
Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 31 Juli 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya
• 13 jam lalu
0
thumb
Jelang HUT RI ke-81, Inilah Sejarah Pembentukan BPUPKI Sebelum Kemerdekaan Indonesia
• 16 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Ini Alasan Aturan Gaji Kepala Daerah Harus Direvisi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.