Antisipasi Gagal Panen Imbas Kekeringan, Pemkab Lebak Siapkan 201 Pompa Air

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Lebak: Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, menyiapkan 201 unit pompa air sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan saat musim kemarau agar lahan pertanian tetap menghasilkan bahan pangan.

"Kami berharap dengan pompa air itu tanaman padi di areal persawahan dapat tetap terairi, sehingga produksi bahan pangan beras terjaga," kata Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data, areal tanaman padi di Kabupaten Lebak yang terancam mengalami kekeringan mencapai 294 hektare, tersebar di sejumlah kecamatan di daerah tersebut.

Baca Juga :

El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, BMKG: Kemarau Lebih Kering
Tanaman padi itu berusia tanam antara 30 sampai 65 hari setelah tanam, sehingga pasokan airnya harus terjaga agar dapat menghasilkan bahan pangan. Karena itu, pihaknya menyiapkan 201 unit pompa air yang kini sudah didistribusikan ke kelompok-kelompok tani untuk mengatasi kekeringan tersebut.

"Kami minta petani agar memanfaatkan pompa air itu agar menghasilkan bahan pangan dan peningkatan ekonomi," jelas dia.

Dodi mengatakan, berdasarkan pengalaman menghadapi kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Lebak beberapa tahun lalu, penggunaan pompa air merupakan solusi untuk memenuhi ketersediaan air guna menghasilkan bahan pangan.

Saat ini banyak kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian, di antaranya pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi. Penyaluran pompa air itu dilakukan agar petani mampu meningkatkan produktivitas dalam menghadapi ancaman musim kemarau tersebut.

Petani di Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh, sedang menyemprot padi. Media Indonesia/ Amiruddin Abdullah Reubee

Sejauh ini, kata dia, luas tambah tanam (LTT) di Kabupaten Lebak dari Januari sampai Juni 2026 seluas 74.762 hektare dan dipastikan produksi pangan terjaga saat musim kemarau.

"Kami lega penggunaan pompa air sebagai solusi langkah antisipasi mitigasi kekeringan, sehingga tetap mewujudkan swasembada pangan di musim kemarau," ujar Dodi.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Ruhiana mengatakan saat ini tanaman padi seluas 150 hektare di wilayahnya dipastikan akan panen pada akhir Agustus 2026. Saat ini, pihaknya menggunakan pompa air dengan menyedot air permukaan sungai. Selain itu, ada juga pompa yang menyedot air bawah tanah sehingga dapat mengaliri area sawah.

"Kami sudah biasa menghadapi musim kemarau menggunakan pompa air," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mendagri Buka Suara Soal Isu Keuangan 490 Pemda dan Nasib Pegawai PPPK
• 2 jam lalu
0
thumb
Jelang Kebijakan 1 Agustus, TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Makassar Door to Door Edukasi Pemilahan Sampah
• 58 menit lalu
0
thumb
Putusan ICJ dan Ujian Tata Kelola Iklim Indonesia
• 8 jam lalu
0
thumb
Pengacara Sebut Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tidak Sah
• 20 jam lalu
0
thumb
Potret Jang Gyu Ri yang Punya Perfect Pitch di Drakor Four Hands, Two Sonatas
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.