Grid.ID - Berikut profil Syerly, lurah Paya Pasir yang celetuk dan cibir warga saat ngadu ke Wali Kota Medan. Rekam jejaknya jadi sorotan.
Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Syerly, menjadi sorotan setelah melontarkan celetukan saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Siapakah sosoknya?
Profil Syerly
Melansir dari Kompas.com, Syerly diketahui memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan dan Magister Administrasi Publik. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Lurah Paya Pasir, ia disebut pernah menduduki posisi sebagai Lurah Terjun.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Lurah Paya Pasir, Syerly memimpin sembilan kepala lingkungan yang berada di wilayah tersebut. Kelurahan Paya Pasir sendiri terbagi menjadi sembilan lingkungan dan termasuk dalam Kecamatan Medan Marelan.
Posisi lurah pada umumnya ditempati oleh aparatur sipil negara (ASN) berstatus PNS yang telah memenuhi ketentuan terkait pangkat dan jabatan struktural. Besaran penghasilan yang diterima lurah dari kalangan PNS disesuaikan dengan golongan serta lama masa kerja.
Untuk PNS golongan III/b, gaji pokok berada di kisaran Rp2.688.500 hingga Rp4.415.600. Sementara golongan III/c memiliki rentang gaji sekitar Rp2.802.300 sampai Rp4.602.400, dan golongan III/d berkisar antara Rp2.920.800 hingga Rp4.797.000.
Harta Kekayaan Rp84,2 Juta
Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Syerly tercatat mempunyai total kekayaan sebesar Rp84.206.010. Laporan tersebut telah disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Februari 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024.
Dalam dokumen tersebut, Syerly melaporkan kepemilikan aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp220 juta. Aset itu terdiri dari tanah dan bangunan dengan luas masing-masing 240 meter persegi dan 75 meter persegi yang berada di Kota Medan dan diperoleh melalui hasil sendiri.
Selain itu, ia juga mencatat kepemilikan satu unit sepeda motor Honda tahun 2023 dengan nilai sekitar Rp10 juta. Syerly turut melaporkan harta berupa kas dan setara kas sebesar Rp7.206.010. Dengan demikian, total aset yang dimilikinya tercatat mencapai Rp237.206.010.
Baca Juga: Profil Keigo Higashino, Penulis Novel Misteri Jepang yang Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun, Ternyata Idap Penyakit ini
Namun, dalam laporan tersebut juga tercantum adanya utang sebesar Rp153 juta. Setelah dikurangi kewajiban tersebut, nilai bersih kekayaan Syerly menjadi Rp84.206.010.
Nama Syerly kembali menjadi perhatian publik setelah video dirinya saat merespons keluhan warga kepada Wali Kota Medan tersebar luas di media sosial. Hingga kini, masyarakat masih menantikan penjelasan dari Syerly maupun sikap resmi Pemerintah Kota Medan terkait kejadian tersebut.
Usai membahas profil Syerly, lurah Paya Pasir yang nyeletuk saat warga ngadu ke Wali Kota Medan jadi sorotan. Kejadian tersebut berlangsung ketika Rico Waas melakukan kunjungan kerja di kawasan Jalan Paya Pasir, tepatnya di sekitar objek wisata Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, pada Selasa (28/7/2026).
Saat agenda peninjauan berlangsung, salah seorang warga menyampaikan keluhan terkait kondisi keamanan serta keterbatasan fasilitas umum di lingkungan tempat tinggalnya. Warga tersebut mengungkapkan adanya peningkatan aksi kriminalitas di wilayah itu, ditambah kurangnya penerangan jalan umum (PJU) yang menyebabkan kawasan menjadi gelap saat malam hari.
Ia bahkan mengatakan telah memasang empat lampu penerangan secara mandiri dengan biaya pribadi karena fasilitas penerangan yang tersedia dianggap belum mencukupi kebutuhan warga.
Namun, ketika keluhan itu disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan, Syerly yang ikut mendampingi kegiatan tersebut justru memberikan komentar berupa celetukan.
"Ciyee curhat dia bahh," ucap Syerly, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Pernyataan tersebut sempat terekam dalam video dan kemudian menyebar luas melalui berbagai platform media sosial. Sikap Syerly pun mendapat sorotan dari masyarakat karena dianggap kurang mencerminkan kepedulian terhadap warga yang tengah menyampaikan keluhan terkait masalah keamanan di wilayahnya.
Sampai berita ini ditulis, Pemerintah Kota Medan belum menyampaikan keterangan resmi mengenai tindak lanjut atas pernyataan Lurah Paya Pasir tersebut.
Warga Sampaikan Keluhan Keamanan
Kedatangan Rico Waas ke kawasan Paya Pasir menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka alami sehari-hari. Salah satu keluhan utama yang disampaikan berkaitan dengan kondisi keamanan lingkungan.
Baca Juga: Profil Setya Novanto, Koruptor E-KTP yang Rayakan Ulang Tahun Tema BTS Usai Bebas, ini Rekam Jejaknya
Warga menyebut minimnya penerangan jalan umum membuat beberapa titik kawasan menjadi kurang aman, terutama ketika malam hari. Karena kondisi tersebut, sejumlah warga berinisiatif memasang lampu secara mandiri untuk membantu menerangi area sekitar tempat tinggal mereka.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada wali kota dengan harapan pemerintah dapat memberikan solusi terhadap persoalan penerangan dan keamanan lingkungan. Namun, komentar yang dilontarkan Syerly saat warga menyampaikan keluhan justru menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan publik.
Rekaman percakapan antara warga, wali kota, dan lurah kemudian beredar di media sosial serta menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat. Publik turut menyoroti sikap Syerly sebagai pejabat kelurahan yang memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan warga dengan pemerintah daerah.
Sorotan terhadap Syerly sebelumnya juga pernah terjadi. Pada Desember 2025, sejumlah warga Kelurahan Paya Pasir diketahui menggelar aksi protes di Kantor Camat Medan Marelan yang berada di Jalan Kapten Rahmad Buddin.
Aksi yang berlangsung pada Selasa (9/12/2025) tersebut diikuti oleh puluhan warga, termasuk beberapa ibu rumah tangga. Mereka meminta Wali Kota Medan mengevaluasi dan mengganti posisi Syerly sebagai Lurah Paya Pasir.
Ketika itu, warga menilai Syerly kurang memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Mereka juga mempertanyakan keberadaan lurah yang disebut tidak terlihat saat banjir melanda sejumlah wilayah di Paya Pasir.
Selain itu, muncul pula tudingan bahwa Syerly pernah menyampaikan ancaman untuk menghentikan pemberian bantuan kepada warga di salah satu lingkungan. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)