Penangkapan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang Bak Film Laga, Dua Pelaku Ditembak Saat Melawan

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Suasana di gerai ATM Rumah Sakit Buah Hati, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mendadak tegang pada Kamis (30/7/2026) pagi.

Tiga pria yang diduga hendak menjalankan aksi pengganjalan ATM disergap polisi saat kembali beraksi.

Ketiga pelaku berinisial AN, RA, dan MH ditangkap setelah lebih dulu diintai oleh personel Polsek Pamulang berdasarkan hasil penyelidikan terhadap serangkaian kasus serupa di lokasi tersebut.

Proses penangkapan berlangsung dramatis bak film.

Baca juga: Tiga Pelaku Pengganjal ATM Diciduk Saat Beraksi di Pamulang, Dua Ditembak Polisi

Ketiga pelaku berusaha melawan dan melarikan diri sehingga polisi melepaskan tembakan.

Dua dari tiga pelaku terkena tembakan di bagian betis dan paha sebelum akhirnya berhasil diamankan bersama seorang pelaku lainnya.

Dalam insiden itu, seorang satpam RS Buah Hati juga mengalami luka akibat rekoset peluru saat membantu polisi mengejar pelaku.

Ketiga tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Pamulang.

Polisi menduga mereka merupakan bagian dari kelompok yang selama ini berulang kali beraksi di gerai ATM tersebut.

Berawal dari Keluhan Nasabah

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari banyaknya laporan masyarakat yang mengaku kehilangan uang setelah bertransaksi di ATM RS Buah Hati.

"Di daerah gerai ATM RS Buah Hati Pamulang, di situ sering terjadi, jadi masyarakat itu sering kehilangan uang dan laporan yang masuk di Polsek Pamulang juga sudah banyak," ujar Galuh di Mapolsek Pamulang, Kamis.

Berbekal laporan tersebut, polisi kemudian mempelajari pola kejahatan para pelaku, termasuk waktu operasi dan pembagian peran masing-masing.

Baca juga: Polisi Bongkar Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Modusnya Berbagi Peran

Hasil penyelidikan menunjukkan, kelompok itu kerap beraksi pada pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

"Dari laporan tersebut, saya pelajari modus, cara dia. Pelaku itu masing-masing memiliki peran masing-masing," kata Galuh.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, setiap anggota kelompok memiliki tugas berbeda.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diklat Rampung, 33.785 Calon Pengelola Kopdes-KNMP Siap Bertugas
• 1 jam lalu
0
thumb
Gus Kikin Ajak Nahdliyin Kembali Jadikan Qonun Asasi sebagai Pedoman Organisasi dalam Muktamar ke-35 NU
• 6 jam lalu
0
thumb
Ribuan Migran Terobos Wilayah Ceuta dari Maroko, Pemda Minta Status Darurat
• 16 jam lalu
0
thumb
Laba Emiten Hapsoro Rukun Raharja (RAJA) Naik Jadi Rp 410 Miliar, Apa Pemicunya?
• 4 menit lalu
0
thumb
Penerimaan Pajak Kalsel Tembus Rp6,2 Miliar per Juni 2026, Tumbuh 36 Persen
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.