Pantau - Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas mengajak seluruh mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi lintas organisasi sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional saat membuka Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (30/7/2026).
Mahasiswa Didorong Berperan dalam PembangunanSupratman menegaskan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi."
Supratman juga mendorong mahasiswa untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Ia menegaskan bahwa entrepreneurship harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa.
Menurut Supratman, negara-negara maju mulai kembali memperkuat sektor pertanian.
Ia mengungkapkan, "Karena itu, mari dukung pembangunan pertanian sebagai upaya menjaga ketahanan pangan bangsa."
Supratman berharap penyelenggaraan Kongres XIII HIKMAHBUDHI di Kabupaten Lombok Utara menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan toleransi.
Kongres tersebut juga diharapkan mampu mempererat kolaborasi generasi muda dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, harmonis, dan berdaya saing.
Ia mengungkapkan, "Mari tingkatkan kolaborasi untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat."
Lombok Utara Dinilai Menjadi Contoh ToleransiGubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa dipilihnya Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi penyelenggaraan kongres mencerminkan tingginya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat.
Ia mengungkapkan, "NTB, khususnya Lombok Utara, menjadi contoh harmonisasi kehidupan antar umat beragama yang telah terbangun sejak lama."
Iqbal menilai pemilihan Lombok Utara sebagai lokasi kongres merupakan pilihan yang sangat tepat.
Menurutnya, Lombok Utara menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang hidup rukun dalam keberagaman.
Ia mengungkapkan, "Di NTB terdapat Islam, Hindu, Buddha, dan Kristen yang tumbuh berdampingan. Kita tidak pernah memandang perbedaan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa."
Iqbal menjelaskan masyarakat Sasak di Pulau Lombok memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai toleransi.
Ia mengatakan masyarakat Sasak tidak hanya memeluk agama Islam, tetapi juga memiliki komunitas yang beragama Hindu dan Buddha.
Komunitas-komunitas tersebut telah hidup berdampingan selama berabad-abad, terutama di wilayah Lombok Utara.
Ia mengungkapkan, “Saya bangga, memilih NTB sebagai tempat penyelenggaraan kongres. Ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun kehidupan antar umat beragama yang setara, damai, dan saling menghormati terus terjaga hingga hari ini.”





Komentar (0)