Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi dampak El Nino kuat yang tengah melanda wilayah Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya mengizinkan rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika kondisi darurat dirasa perlu.
"Pemerintah DKI Jakarta sudah berkoordinasi dengan BMKG mengenai Jakarta. Saya sudah sampaikan ke internal Balai Kota bahwa kalau memang harus diperlukan modifikasi cuaca, saya izinkan," ujar Pramono, Kamis, 30 Juli 2926.
Baca Juga :
Pemprov DKI Bakal Atur Hujan Buatan Hadapi Musim KemarauKondisi ini mendorong Pemprov DKI untuk segera memutuskan langkah rekayasa cuaca guna memicu hujan di wilayah ibu kota. Selama ini, modifikasi cuaca lebih sering dilakukan untuk mengalihkan hujan ke laut agar tidak mengganggu aktivitas perkotaan.
Baca Juga :
Modifikasi Cuaca bakal Diterapkan di Jakarta
"Karena selama ini yang kita lakukan adalah untuk mendorong hujan ke laut, kali ini untuk membuat hujan di Jakarta," tegas Pramono.
Ia memastikan keputusan teknis akan segera diambil oleh BPBD DKI Jakarta bersama BMKG, dengan mempertimbangkan kondisi awan dan faktor meteorologis lainnya.
Langkah ini sejalan dengan laporan BMKG yang menyatakan bahwa 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kering, dengan indeks El Nino yang terus menguat.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan akan dijalankan secara situasional apabila Jakarta benar-benar mengalami Hari Tanpa Hujan yang panjang dan terdeteksi adanya awan potensial untuk disemai.





Komentar (0)