TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan belum ada wilayah di Kota Tangerang yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pasokan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari masih terjaga sehingga belum menimbulkan kesulitan.
"Untuk Kota Tangerang sampai hari ini belum ada lokasi kekeringan, semoga ke depannya situasi tetap aman," ujar Andia dikutip dari TribunTangerang, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Pilot Maskapai Asing Ditangkap di Bandara Soetta, Diduga Selundupkan 70.114 Butir Ekstasi
Meski demikian, beberapa hari lalu BPBD Kota Tangeranf sempat menerima laporan dari warga di RT 02/RW 02, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, yang membutuhkan suplai air bersih.
Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekeringan, melainkan karena sistem pompa satelit yang digunakan bersama warga mengalami kerusakan.
"Sekira 3 hari yang lalu warga dari RT 2 RW 2 Kelurahan gembor meminta suplai air karena satelit bersama mereka sedang perbaikan, namun kondisi itu telah teratasi dengan baik," ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa.
"Kami sampajkan kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi, mudah-mudahan kemaraunya tidak berkepanjangan," ujar Sachrudin kepada awak media.
Baca juga: Selain Anggaran Pendidikan, BEM UI Minta MBG Tak Makan Dana Kesehatan-Sosial
Meski begitu, Sachrudin meminta masyarakat tidak panik. Pasalnya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air dari Sungai Cisadane masih mencukupi.
Ia mengakui debit Sungai Cisadane sempat turun sekitar 5 sentimeter (cm) beberapa pekan lalu. Namun, menurut dia, kondisi tersebut belum mengganggu pasokan air bagi masyarakat.
"Jika dilihat ketinggian Sungai Cisadane saat ini kebutuhan air masyarakat masih terpenuhi sampai beberapa bulan ke depan, mudah-mudahan sebentar lagi turun hujan karena kami berharap yang terbaik bagi masyarakat," ungkapnya.
Meski pasokan air masih aman, Sachrudin tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.
"Akan tetapi masyarakat perlu waspada dan antisipasi sehingga mengontrol penggunaan air untuk hal yang kurang perlu," sambungnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)