BATANG, DISWAY.ID– Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tengah menyiapkan berbagai terobosan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempelajari pengalaman sejumlah negara, termasuk India, yang dinilai berhasil membangun puluhan juta rumah dalam waktu relatif singkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang digelar secara hibrida dan dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Masalah Sampah Indonesia Tuntas Akhir 2027
Menurut Prabowo, capaian program perumahan yang telah diraih pemerintah bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, perbankan, pengembang, serta sektor swasta merupakan hasil yang membanggakan.
Namun, besarnya kebutuhan rumah di Indonesia mengharuskan pemerintah bergerak lebih cepat melalui pendekatan yang inovatif.
“Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif,” ujar Presiden.
BACA JUGA:Ini Daftarnya! Chelsea, AC Milan, dan Aston Villa Resmi Bawa Skuad ke Indonesia untuk Tur Pramusim 2026
Prabowo mengatakan salah satu contoh yang menjadi perhatian pemerintah adalah keberhasilan India membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun, atau rata-rata tiga juta unit setiap tahun.
Pengalaman tersebut layak dipelajari sebagai referensi untuk mempercepat pembangunan perumahan di Indonesia.
“Saya tertarik pada pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah, 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira tiga juta rumah setahun. Ini saya sedang pelajari bagaimana caranya,” katanya.
Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan meninggalkan metode yang selama ini telah berjalan.
Sebaliknya, pendekatan yang sudah terbukti efektif akan dipadukan dengan inovasi dan keberanian mencari solusi baru agar penyediaan rumah bagi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan lebih luas.
Prabowo menilai keberanian untuk berpikir terbuka, belajar dari negara lain, mengambil risiko yang terukur, serta menghadirkan inovasi menjadi modal penting dalam menjawab tantangan penyediaan hunian.
BACA JUGA:Program Strategis Prabowo Dinilai Bagus, KPN Dorong Penguatan Eksekusi dan Komunikasi Lintas Sektoral
- 1
- 2
- »






Komentar (0)