BKKBN: Pemerintah Harus Hadirkan Kesempatan yang Setara, Bukan Mengatur Pilihan Hidup Warga

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa negara tidak memiliki kewenangan untuk menentukan pilihan hidup setiap warga negara, termasuk dalam keputusan membangun keluarga.

Sebaliknya, pemerintah berkewajiban menciptakan kesempatan yang setara agar masyarakat dapat berkembang sesuai potensi dan aspirasinya.

BACA JUGA:Perkuat Pengelolaan Sampah Dalam Kota, Pemprov DKI Optimalkan TPS 3R Menteng Atas

Pesan tersebut disampaikan Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka saat membacakan sambutan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam peringatan Hari Kependudukan Dunia 2026 di RPTRA Garuda, Kampung Keluarga Berkualitas (KB), Kelurahan Cilangkap, Jakarta Timur pada Kamis, 30 Juli 2026.

Isyana menegaskan bahwa pembangunan kependudukan Indonesia kini mengedepankan pendekatan yang berpusat pada manusia, bukan sekadar mengejar target angka kelahiran atau pertumbuhan penduduk.

"Bagi pemerintah Indonesia, pembangunan kependudukan selalu berorientasi kepada manusianya. Negara tidak menentukan pilihan hidup setiap warga, tetapi berkewajiban untuk memastikan setiap orang memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang sesuai potensi dan aspirasi," jelas Isyana di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.

BACA JUGA:Prabowo Targetkan Masalah Sampah Indonesia Tuntas Akhir 2027



Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kebijakan kependudukan Indonesia tidak diarahkan untuk mengintervensi keputusan pribadi masyarakat, melainkan memastikan seluruh warga memiliki akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga lingkungan yang mendukung mereka dalam menentukan masa depan.

Menurut Isyana, paradigma pembangunan kependudukan harus bergeser dari sekadar menghitung jumlah penduduk menjadi memastikan setiap individu memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.

Keberhasilan pembangunan, lanjut Isyana, tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi maupun indikator demografi, tetapi juga dari sejauh mana generasi muda memperoleh ruang untuk mewujudkan cita-cita mereka.

"Hari Kependudukan Dunia mengingatkan kita bahwa di balik setiap angka kependudukan terdapat manusia, keluarga, harapan, dan masa depan," ujar dia.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Targetkan Pembangunan Trans Sumatera Railway Sambung Bakauheni hingga Banda Aceh

Lebih lanjut, Isyana mengatakan pemerintah akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, media, hingga keluarga untuk menghadirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Ia juga menegaskan pemerintah mendengar berbagai aspirasi anak muda yang kini menghadapi tantangan akibat perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial yang berlangsung sangat cepat.

"Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan ekosistem yang memberikan ruang bagi setiap orang muda untuk berkembang dan mewujudkan cita-citanya, pungkas Isyana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Trump ingin tarif mitra dagang Iran ditambah ke RUU Lindsey Graham
• 13 jam lalu
0
thumb
KPPU Awasi Potensi Kenaikan Tarif Internet Usai Putusan MK soal Kuota Hangus
• 21 jam lalu
0
thumb
Kia Carens EV Debut di GIIAS 2026, Perkuat Produksi Lokal di Indonesia
• 5 jam lalu
0
thumb
Bangun SDM Berkualitas, Universitas Satyagama Edukasi Warga Bogor Sejak Fase Kelahiran hingga Masa Produktif
• 7 jam lalu
0
thumb
Buntut Kisruh Final Piala Dunia 2026, Timnas Argentina Terancam Sanksi FIFA
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.