AHY Menegaskan Transformasi Transmigrasi untuk Membangun Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Berbagai Wilayah

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pemerintah mengarahkan kawasan transmigrasi menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan pembangunan berkelanjutan, saat menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

AHY mengatakan paradigma transmigrasi telah berubah dari sekadar memindahkan penduduk menjadi membangun kawasan yang memiliki daya tarik ekonomi.

Ia mengungkapkan, "Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Jawa, kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."

Transformasi Kawasan Transmigrasi

Menurut AHY, perubahan paradigma tersebut menjadi bagian dari transformasi program transmigrasi agar setiap kawasan berkembang sesuai potensi lokal masing-masing.

Ia menyebut pengembangan kawasan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 154 kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan karakteristik dan tingkat perkembangan yang berbeda.

Pemerintah juga melibatkan kalangan akademisi melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang beranggotakan sekitar 1.476 peserta dari berbagai perguruan tinggi.

AHY mengatakan para peserta memiliki semangat untuk ikut memajukan ekonomi daerah.

Ia mengungkapkan, "Mereka hadir dengan semangat ingin turut mengambil peran memajukan ekonomi di berbagai wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui program-program unggulan transmigrasi."

Para peserta akan diterjunkan langsung ke kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan di masing-masing wilayah.

Potensi yang dipetakan meliputi sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hingga hilirisasi sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan sesuai keunggulan setiap kawasan.

Pemetaan Potensi dan Dukungan Pemerintah

AHY menekankan pentingnya pemetaan potensi wilayah secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Ia mengungkapkan, "Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, daerah lain potensinya pariwisata, ekonomi kreatif, industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik kemudian dilaporkan langsung dari lapangan."

Menurut AHY, hasil pemetaan akan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah sehingga masukan akademis dapat dipadukan dengan kebijakan strategis pemerintah pusat.

Ia mengungkapkan, "Data yang didapatkan tentu menjadi referensi empiris, melengkapi data yang sudah dimiliki oleh pemerintah saat ini sehingga ketika bertemu antara masukan akademis dengan kebijakan yang sifatnya strategis di tingkat pusat, ini benar-benar bisa menjadi kebijakan yang efektif."

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyatakan siap mendukung pengembangan kawasan transmigrasi melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas antardaerah guna menarik investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

AHY juga memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat untuk menjamin keamanan pelaksanaan Tim Ekspedisi Patriot, serta menyiapkan posko pemantauan selama peserta bertugas di lapangan.

Pada pelaksanaan TEP 2025, Kementerian Transmigrasi menerjunkan 2.000 peneliti yang terdiri atas 42 guru besar, 358 doktor, 846 sarjana, dan 754 mahasiswa ke 154 kawasan transmigrasi sehingga menghasilkan sekitar 400 kajian mengenai potensi sumber daya alam dan kelembagaan ekonomi.

Pada 2026, program TEP dilanjutkan dengan 1.476 peserta yang dibagi ke dalam 246 tim untuk bertugas di 53 kawasan yang mencakup 41 kawasan transmigrasi prioritas nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, serta 10 kawasan transmigrasi di Papua.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ramalan 10 Weton Hari Ini 30 Juli 2026, Siapa Paling Hoki dan Waspadai Kesialan Mengintai
• 23 jam lalu
0
thumb
LKPP 2025: Realisasi Pembiayaan Lainnya Meledak 35.855% dari Target
• 16 jam lalu
0
thumb
PLN Pastikan Serap Seluruh Listrik PSEL Legok Nangka hingga 20 Tahun
• 11 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia vs Timor Leste Main Kapan? Cek Jadwalnya di Sini
• 2 jam lalu
0
thumb
Mentan Amran Sulaiman Ungkap Penipuan Beras Premium, Kerugian Hampir Rp100 Triliun
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.