Tolak Tawaran Kerja dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Satpam Bundaran HI Ungkap Alasannya

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Fiktor Harefa, satpam Bundaran HI yang sempat viral baru-baru ini menolak tawaran kerja dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ya, dirinya sempat ditawari pekerjaan di Gedung Sate, Bandung.

Nama Fiktor atau yang dikenal sebagai satpam Bundaran HI memang menyita perhatian publik. Dirinya diketahui sempat cekcok dengan mengendara mobil Alphard.

Dikutip dari Tribunnews pada Kamis (30/7/2026), Fiktor terlibat kasus lantaran dirinya menegur seorang pengemudi mobil Alphard yang menerobos lampu lalu lintas. Alih-alih mentaati peraturan, pengemudi tersebut justru marah.

Tak berhenti di situ saja, pengemudi mobil tersebut justru marah dan adu mulut dengan Fiktor. Pengemudi tersebut sempat menarik baju satpam Bundaran HI tersebut.

Kemudian, Fiktor pun sempat bersujud di kaki pengemudi tersebut hingga mencium tangan. Hal ini tentu menjadi perhatian publik.

Terlebih, diketahui pengemudi mobil tersebut adalah seorang anggota polisi. Fiktor mengungkap bahwa dirinya diancam akan dipecat dari pekerjaannya.

Sehingga, ia ketakutan dan meminta maaf lantaran sudah menegur pengemudi tersebut. Kasus ini pun menjadi viral lantaran Fiktor yang dinilai publik tidak bersalah justru harus melakukan hal itu.

Kasus tersebut sempat dibawa ke kepolisian, keduanya pun telah melakukan mediasi dan sepakat berdamai.

Nama Fiktor pun mendadak menjadi perbincangan publik. Bahkan, dirinya dihubungi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (30/7/2026), Fiktor mengaku terkejut saat dirinya dihubungi oleh staff sang gubernur. Ia mengaku takut jika hal itu hanya penipuan saja.

"Pagi-pagi kan stafnya WA saya. Saya bingung, kaget, saya pastikan dulu ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya," kata Fiktor.

 

"Pagi-pagi kan stafnya WA saya. Saya bingung, kaget, saya pastikan dulu ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya," Ujarnya.

"Karena saya takut penipuan kan," jelasnya.

Gubernur Dedi Mulyadi pun menawari pekerjaan Fiktor. Ia menawari satpam Bundaran HI itu untuk bekerja di Gedung Sate, Bandung.

"Terus ditawari juga kerja pindah ke Gedung Sate katanya, pindah ke Bandung," jelasnya.

Akan tetapi, akhir-akhir ini terungkap bahwa Fiktor menolak tawaran dari pria yang kerap disapa KDM tersebut. Dirinya pun memaparkan alasan mengapa menolak tawaran tersebut.

Fiktor mengaku sudah nyaman dengan tempat kerjanya saat ini. Dirinya juga merasa sudah sangat cocok dengan orang-orang di tempat kerjanya.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini," jelasnya.

Fiktor juga mengaku sudah puas dengan posisinya saat ini. Mengingat dirinya sempat lama menganggur.

"Nah jadinya saya sudah memutuskan, jadi kerja di Jakarta saja dulu, saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor

Dirinya pun mengenang saat masih belum memiliki pekerjaan. Ia memilih untuk ikut tinggal di tempat saudaranya.

Hingga akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai satpam. Sehingga, ia tidak ingin meninggalkan pekerjaan tersebut meski mendapatkan tawaran yang lebih besar dari KDM.

 

"Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter ponsel. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," jelasnya.

"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," pungkasnya.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gerindra Akan Kaji Hasil Survei Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo
• 9 jam lalu
0
thumb
Uni Eropa Siapkan Investasi Transportasi Rendah Karbon untuk Indonesia
• 16 jam lalu
0
thumb
BRI perkuat kerangka transformasi guna optimalkan peran Danantara
• 6 jam lalu
0
thumb
Ibu Tewas Terlindas Akibat Menyalip Truk di Sampang
• 18 jam lalu
0
thumb
Tingkatkan Layanan Kesehatan, RSUD Bangil Pasuruan Gelar Webinar Management Stroke Berstandar Internasional
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.