PURWAKARTA, KOMPAS.TV – Hampir sepekan sejak ditemukannya seorang satpam bernama Sumarna dalam kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, kasus kematiannya belum juga terungkap.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Tim Polresta Purwakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta meminta keterangan dari 15 orang saksi. Namun, pelaku hingga kini belum berhasil diungkap. Polisi mengakui penyelidikan terkendala minimnya saksi dan rekaman CCTV.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa hasil autopsi dan telepon seluler milik korban.
Sumarna meninggalkan seorang istri serta dua anak yang masing-masing berusia 17 tahun dan 9 tahun.
Kematian Sumarna menjadi pukulan berat sekaligus menyisakan tanda tanya bagi keluarga yang berharap penyebab kematiannya segera terungkap.
Jenazah Sumarna ditemukan dalam kondisi tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada 24 Juli 2026.
Sebelum meninggal dunia, Sumarna diduga sempat menegur sekelompok orang yang melakukan vandalisme di kawasan waduk.
Baca Juga: Kemensos Beri Bantuan Keluarga Satpam yang Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur
#purwakarta #wadukjatiluhur #satpam #polisi
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- satpam terborgol
- satpam tewas
- kematian satpam
- waduk jatiluhur
- pembunuhan
- purwakarta






Komentar (0)