Arab Saudi Upayakan Koalisi Internasional Lindungi Pelayaran di Laut Merah

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Riyadh: Arab Saudi dilaporkan tengah mengupayakan pembentukan koalisi internasional untuk melindungi jalur pelayaran di Laut Merah dari serangan kelompok Houthi Yaman.

Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Reuters melaporkan komposisi koalisi itu masih belum diputuskan dan saat ini sedang dibahas bersama puluhan negara. 

“Arab Saudi disebut telah berdiskusi dengan puluhan negara mengenai kemungkinan pembentukan koalisi tersebut,” sebut laporan itu, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 30 Juli 2026.

Ketegangan di Laut Merah meningkat sejak Houthi pada 20 Juli mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Kelompok itu menuduh Riyadh memberlakukan blokade terhadap Yaman selama hampir 12 tahun.

Sejak pengumuman tersebut, Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Laut Merah. Sebagai balasan, Arab Saudi menyatakan telah menyerang fasilitas militer Houthi di Pelabuhan Hodeidah yang disebut digunakan untuk mengancam pelayaran komersial.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud juga menerima panggilan telepon dari para menteri luar negeri Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Menurut kantornya, para menteri menekankan pentingnya melanjutkan upaya meredakan ketegangan di kawasan.

Mereka juga mengutuk serangan yang disebut dilakukan Iran dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya di Irak dan Yaman, serta menegaskan pentingnya koordinasi dan kerja sama yang lebih erat melalui Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Sementara itu, Menteri Penerangan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Moammar al-Eryani, menuduh Houthi bekerja di bawah arahan Iran untuk membentuk sistem pungutan terhadap kapal yang melintasi Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai "eskalasi berbahaya" yang bertujuan menjadikan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia sebagai sumber pendanaan permanen bagi aktivitas militer Houthi.

Ketegangan di Laut Merah memicu kekhawatiran terhadap kelancaran perdagangan global, terutama setelah gangguan di Selat Hormuz turut meningkatkan risiko terhadap jalur distribusi energi dunia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Pelaku Pencurian Uang Rp1,2 Miliar Modus Pecah Kaca di Jakbar Merupakan Residivis, Dua Masih Diburu
• 20 jam lalu
0
thumb
Libur Musim Panas, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Jalani Latihan di Sirkuit Mandalika
• 22 jam lalu
0
thumb
Gus Kikin Siap Maju Jadi Ketua Umum PBNU, Tawarkan Konsep Perubahan di Muktamar NU 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
PSSI Sebut Kualitas Pesepak Bola Putri Indonesia Berkembang Pesat
• 21 jam lalu
0
thumb
Federico Barba Ungkap Kesan Jujur Usai Pamit dari Persib, Nama Maung Bandung Kini Dikenal hingga Italia Bobotoh Harus Bangga!
• 43 menit lalu
0
Berhasil disimpan.