Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta para pelaku industri otomotif segera merealisasikan komitmen investasi yang telah disampaikan kepada pemerintah. Hingga saat ini, realisasi investasi program kendaraan bermotor emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) baru mencapai sekitar Rp 5,5 triliun dari total komitmen investasi sebesar Rp 21,5 triliun.
Agus mengatakan pemerintah mengapresiasi capaian investasi yang telah terealisasi. Namun, menurutnya masih terdapat ruang yang besar bagi industri untuk memenuhi komitmen yang sebelumnya telah disampaikan.
"Realisasi investasi program kendaraan bermotor emisi karbon rendah atau LCEV telah melampaui angka Rp 5,5 triliun dari total komitmen Rp 21,5 triliun. Saya tentu menghargai capaian Rp 5,5 triliun tersebut, namun kami menunggu komitmen Rp 21,5 triliun itu bisa terwujud," kata Agus saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/7).
Untuk itu, pemerintah katanya menyampaikan tiga arahan kepada agen pemegang merek (APM) dan seluruh pelaku industri otomotif. Pertama, mempercepat realisasi komitmen investasi yang telah disampaikan kepada pemerintah.
Kedua, memperdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua (tier 2) dan lapis ketiga (tier 3). Menurut Agus, penguatan rantai pasok menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ketahanan industri nasional sekaligus melibatkan lebih banyak industri kecil dan menengah.
"Perdalam rantai pasok hingga pemasok lapis kedua dan ketiga, karena di sanalah esensi dari ketahanan industri. Di sanalah juga terlibat banyak industri kecil dan menengah," ujarnya.
Arahan ketiga adalah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus basis ekspor bagi kawasan, bukan hanya sebagai pasar otomotif.
"Jadikan Indonesia sebagai basis produksi dan basis ekspor bagi kawasan. Ini bukan sekadar gesture. Jadikanlah Indonesia bukan sebagai pasar," tegas Agus.
Sebagai timbal balik, Agus memastikan pemerintah akan menjaga kepastian dan konsistensi kebijakan yang dibutuhkan industri dalam mengambil keputusan investasi jangka panjang.
"Pemerintah akan terus melakukan pendampingan, evaluasi, dan pemantauan secara berkala. Ini kami lakukan bukan untuk menakut-nakuti ataupun mengawasi, melainkan memastikan setiap komitmen memiliki jalan untuk diwujudkan," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Agus juga memaparkan perkembangan program LCEV yang telah berjalan sejak 2021. Saat ini terdapat 16 perusahaan perakitan yang didukung 332 pemasok komponen dalam negeri, meningkat 127 persen sejak program tersebut dimulai.
Program tersebut juga telah menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung. Sementara itu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi rata-rata telah berada di kisaran 40 hingga 46 persen, bahkan terdapat merek yang telah mencapai sertifikasi TKDN hingga 80 persen.






Komentar (0)