2 Kapal Tanker Coba Melintas Tapi Gagal, Iran: Selat Hormuz Wilayah Kami!

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak mencoba melintasi Selat Hormuz dengan dukungan Amerika Serikat. Namun, kapal-kapal tersebut akhirnya putar balik setelah salah satu kapal terbakar.

"Semalam, dua kapal tanker minyak, yang dibantu oleh pesawat Amerika, mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur selatan yang tidak aman," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

"Setelah kebakaran besar terjadi di salah satu kapal, kedua kapal tersebut segera berbalik arah," imbuhnya.

Baca juga: Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal Iran Usai Serangan Besar-besaran AS

Otoritas Iran telah menguasai Selat Hormuz sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada 28 Februari lalu.

Sejak saat itu, Iran bersikeras bahwa kapal-kapal yang melintasi jalur perairan yang penting untuk perdagangan energi itu, harus melewati rute yang ditentukan oleh Iran setelah meminta izin dan membayar biaya layanan.

Pada hari Kamis (30/7), Garda Revolusi Iran kembali menegaskan kembali bahwa Selat Hormuz adalah "wilayah kami". Garda Revolusi Iran juga menegaskan bahwa Selat Hormuz "tidak dapat dibuka kembali selama retorika dan ancaman berlebihan dari para pejabat Amerika dan campur tangan mereka dalam pergerakan maritim di wilayah tersebut terus berlanjut."

Timur Tengah kembali memanas setelah militer Amerika Serikat pada hari Rabu (29/7) malam waktu setempat kembali melancarkan gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan terbaru itu berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran.

Washington menyebut serangan terbaru itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.

Serangan AS tersebut menewaskan tiga orang sekeluarga, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di pulau Qeshm, Iran, lapor kantor berita Iran, Fars, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2026).

"Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun," lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, seraya menambahkan bahwa dua anak lainnya terluka.




(ita/ita)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Halus Perempuan Mengetes Kecocokan Tanpa Bicara Apa Pun
• 9 jam lalu
0
thumb
IHSG Menguat Dipicu Sikap Risk On Investor Seiring The Fed Tahan Suku Bunga
• 14 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Melonjak 7 Persen akibat Eskalasi Serangan Udara di Timur Tengah
• 20 jam lalu
0
thumb
Lestari Moerdijat Dorong Kebijakan Antisipatif Hadapi Dampak Perang AS-Iran terhadap Ekonomi Indonesia
• 13 jam lalu
0
thumb
BMKG soal Puncak Musim Kemarau Agustus-September 2026 | SAPA MALAM
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.