EtIndonesia.com Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengungkapkan bahwa pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping pernah menjamin kepadanya bahwa PKT tidak akan memasok senjata ke Iran. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran akan menerima sejumlah rudal anti-pesawat buatan Tiongkok dalam beberapa minggu ke depan, yang mana akan memperkuat kemampuan Iran dalam melawan pasukan AS.
Kantor berita Reuters pada 29 Juli mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, mengungkapkan bahwa Iran akan menerima pengiriman pertama rudal pertahanan udara yang diluncurkan dari bahu yang dipesan dari Tiongkok dalam beberapa minggu ke depan. Nilai pesanan ini diperkirakan mencapai 60 hingga 70 juta dolar AS, dan ini merupakan pesanan senjata terbesar Iran yang diketahui publik sejak serangan militer AS terhadap negara tersebut pada akhir Februari.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pesanan tersebut mencakup 300 hingga 400 set sistem senjata pertahanan udara portabel untuk prajurit individu, termasuk rudal buatan Tiongkok “QW-12” dan “FN-16”.
Baik “QW-12” maupun “FN-16” merupakan rudal darat-ke-udara yang diluncurkan dari bahu dan dipandu inframerah, yang dirancang khusus untuk mencegat pesawat sayap tetap, helikopter, dan drone yang terbang pada ketinggian rendah.
Para pakar militer menyatakan bahwa sistem pertahanan udara portabel sangat penting karena memiliki mobilitas tinggi, dapat dikerahkan secara cepat dan tersebar, serta memberikan perlindungan pertahanan udara jarak pendek. Sistem ini lebih sulit diserang dibandingkan dengan peluncur rudal tetap.
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa kontrak tersebut ditandatangani oleh pihak Iran dengan Zhongqing Baoshang International Investment Co., Ltd., yang berkantor pusat di Hong Kong. Perusahaan ini bertindak sebagai perantara antara Iran dan pemasok dari Partai Komunis Tiongkok.
Menurut laporan, berdasarkan jadwal pengiriman yang disepakati kedua belah pihak, pengiriman senjata tahap pertama akan dikirim melalui udara dari Urumqi, Xinjiang, Tiongkok, dan diteruskan melalui Pakistan ke Iran. Namun, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa rincian seperti waktu pengiriman, jumlah, dan cara pengiriman masih dapat berubah.
Reuters juga mengutip dua pejabat badan intelijen Barat yang mengungkapkan bahwa Iran sedang merencanakan cara untuk mengangkut senjata dan komponen ganda (militer-sipil) yang disediakan oleh Tiongkok ke Iran melalui jalur darat.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa karena sensitivitas situasi, sumber-sumber tersebut meminta namanya dirahasiakan. Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut laporan tersebut “tidak berdasar”.
Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari tahun ini, fasilitas militer dan infrastruktur strategis Iran mengalami kerusakan parah. Menghadapi serangan udara militer AS, Iran saat ini sangat membutuhkan pasokan persenjataan tambahan.
Para analis luar negeri menilai, di tengah aksi militer AS yang belum sepenuhnya mereda, pengiriman ratusan unit sistem pertahanan udara portabel oleh Partai Komunis Tiongkok ke Iran tidak hanya akan menjadi ancaman bagi pasukan AS, tetapi juga menyoroti semakin eratnya hubungan militer antara Iran dan Partai Komunis Tiongkok.
Yang patut diperhatikan, Presiden AS Donald Trump baru saja pada Jumat lalu (24 Juli) memposting di media sosial bahwa selama kunjungannya ke Tiongkok pada Mei tahun ini, ia mendapat jaminan dari Xi Jinping bahwa Tiongkok tidak akan memberikan bantuan militer kepada Iran.
Dalam postingannya, Trump mengatakan: “Ketua Xi mengatakan kepada saya bahwa ia tidak akan memberikan atau menjual senjata kepada Iran dalam keadaan apa pun, dan jaminan ini juga mencakup perusahaan-perusahaan Tiongkok.”
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)