Karhutla di Sorong Padam, 24 Hektare Lahan Hangus

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan melanda Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Kebakaran tersebut berdampak pada 24 hektare lahan dan mengakibatkan satu tiang listrik rusak.

"Berdasarkan laporan BPBD Kota Sorong, hingga Rabu, 29 Juli 2026, pukul 08.48 WIB, seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis, 30 Juli 2026.

Baca Juga :

Karhutla Meningkat, Bupati Bangka Minta Warga Waspada
Abdul menerangkan, kerusakan tiang listrik akibat kebakaran tersebut sempat menyebabkan sebagian aliran listrik ke rumah warga di Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, terputus. Kronologi Karhutla di Sorong Abdul menuturkan, karhutla pertama kali terdeteksi pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 12.30 WIT di wilayah Gunung Kali Ampat, yang meliputi Distrik Malaimsimsa dan Distrik Sorong Utara. Kobaran api kemudian membesar pada sore hari akibat kondisi kemarau dan tiupan angin kencang.

"Kebakaran kembali terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026, di kawasan hutan Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik, Distrik Sorong Kota," jelas dia.

Kejadian ini berdampak pada lima distrik dan delapan kelurahan, yakni Distrik Malaimsimsa, Sorong Utara, Sorong Kota, Sorong Timur, dan Maladum Mes. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa tersebut.

24 hektare lahan di Sorong hangus terbakar. Sumber foto : BPBD BPBD Kota Sorong

Selama penanganan, BPBD Kota Sorong terus melakukan pemantauan di titik-titik kebakaran serta pendataan dampak kejadian. Upaya pemadaman melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Sorong, Damkar TNI AD, Damkar Kota Sorong, Polresta Sorong, serta pemerintah kelurahan.

Proses penanganan di lapangan sempat menghadapi kendala berupa sulitnya akses menuju beberapa titik kebakaran serta keterbatasan peralatan pemadam. Saat ini, kondisi di lokasi telah terkendali dan para petugas terus melakukan pemantauan guna mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KKN Bina Desa UMJ Resmi Dimulai, Usung Program Energi Surya dan Penghijauan
• 23 jam lalu
0
thumb
Mentan Tegaskan, Rp 2 Triliun Bukan Untung Penggilingan tapi Merampas Hak Rakyat
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bakal Naik Kereta Mewah Nusantara Explorer dari Semarang ke Batang
• 5 jam lalu
0
thumb
BMKG: El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga Kuartal I 2027
• 3 jam lalu
0
thumb
Survei SMRC: Gerindra Masih Teratas, tapi Elektabilitas Turun
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.