Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Dedi Mulyadi untuk Kerja di Gedung Sate, ini Alasannya

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDSatpam bundaran HI tolak tawaran Dedi Mulyadi untuk kerja di Gedung Sate. Alasannya kini jadi sorotan.

Satpam proyek pembangunan MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), menjelaskan alasan dirinya tidak menerima tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate. Menurut Fiktor, ia memilih tetap bekerja di Jakarta karena sudah merasa betah serta menikmati suasana dan lingkungan tempatnya bekerja saat ini.

"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini," ucap Fiktor saat dihubungi melalui panggilan telepon, dikutip dari Kompas.com.

Sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT, ia mengaku sudah cukup nyaman dan puas dengan pekerjaannya, meski hanya berstatus sebagai pekerja alih daya atau outsourcing.

"Nah jadinya saya sudah memutuskan, jadi kerja di Jakarta saja dulu, saya pilih untuk tetap di sini saja," kata Fiktor.

Setelah persoalannya dengan tiga anggota polisi yang mengemudikan mobil Alphard dan sempat berselisih akibat menerobos pelican crossing dinyatakan selesai, Fiktor kembali menjalani pekerjaannya seperti biasa sejak Senin (27/7/2026). Ia juga mengaku sangat menghargai pekerjaan yang dimilikinya saat ini sehingga tidak berniat mencari pekerjaan di tempat lain.

Menurut pria asal Nias itu, sebelum diterima sebagai satpam proyek MRT pada April 2026, ia cukup lama menganggur dan belum mendapatkan pekerjaan tetap di Jakarta.

"Saya di tempat saudara di Jakarta Barat dulu, kerja di konternya, konter ponsel. Bantu saudara dulu sekalian sambil nyari loker juga kemarin," cerita Fiktor.

"Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT," tuturnya.

Mengenai pertemuannya dengan Dedi Mulyadi, Fiktor menceritakan bahwa ia pertama kali dihubungi oleh salah seorang staf KDM melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (25/7/2026). Karena khawatir pesan tersebut merupakan penipuan, ia meminta agar dapat melakukan panggilan video secara langsung dengan mantan Bupati Purwakarta itu sebagai bentuk verifikasi.

"Pagi-pagi kan stafnya menghubungi saya melalui WhatsApp. Saya pastikan ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya. Setelah itu saya minta video call sama Beliaunya juga langsung, memastikan kalau benar apa enggak, takut saya ditipu kan," ungkap Fiktor.

Setelah memastikan kebenaran undangan tersebut dan mendapat ajakan langsung melalui sambungan telepon, Fiktor kemudian menyewa kendaraan dan pergi sendiri menuju Bandung pada Sabtu pagi untuk menghadiri pertemuan itu.

 

Walaupun pada akhirnya tidak menerima tawaran pekerjaan yang diberikan, Fiktor tetap memilih datang sebagai bentuk penghargaan atas perhatian dan apresiasi yang disampaikan KDM kepadanya.

"Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga," ucapnya.

Sebelumnya, Fiktor Harefa, petugas keamanan proyek MRT Jakarta yang sempat menjadi sorotan publik usai menegur seorang oknum polisi karena diduga melanggar aturan lalu lintas di kawasan Bundaran HI, bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pertemuan tersebut dibagikan Dedi melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 25 Juli 2026.

"Fiktor Harefa, yang menegur oknum apparat kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI. Menabrak rambu lalu lintas, tanda lampu merah sehingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang nyebrang," kata Dedi Mulyadi.

Pada kesempatan itu, Dedi juga mengungkapkan bahwa Fiktor akan meninggalkan pekerjaannya sebagai petugas keamanan proyek MRT Jakarta. Selanjutnya, ia akan menjalankan tugas baru sebagai petugas keamanan di Bandung, Jawa Barat.

Menurut Dedi, Fiktor nantinya ditempatkan untuk mengamankan kawasan Gedung Sate yang saat ini tengah menjalani penataan area halaman.

"Sengaja datang bertemu saya hari ini untuk ingin pindah kerja sebagai security. Jadi rencananya InsyaAllah nanti pindah kerjanya menjadi security di Bandung. Nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan areal halaman Gedung Sate," kata dia.

Di sisi lain, mengenai oknum polisi yang diketahui merupakan personel Polda Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan keyakinannya bahwa institusi kepolisian akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku terhadap yang bersangkutan.

"Saya yakin jajaran Polda Jabar akan bersikap tegas kepada anggotanya yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Kita juga sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," kata dia. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Imbas Kekeringan Musim Kemarau, Petani di Subang Terpaksa Panen Lebih Awal | KOMPAS SIANG
• 12 menit lalu
0
thumb
Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Hadapi Persija, Persebaya Bentrok dengan Arema?
• 2 jam lalu
0
thumb
Body Care Kini Lebih Praktis, Intip Yuk Body Serum dari Scarlett yang Memadukan Superfood dan SPF
• 21 jam lalu
0
thumb
DPRD Jakarta Minta Trayek JakLingko Sepi Penumpang Dievaluasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Pedagang Martabak Kemalingan saat Tidur, Kado Anak Ikut Raib
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.