Sarwendah Putuskan Lapor Polisi karena Sang Ibu Tak Tahan Lihat Fitnah Bernuansa SARA

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Sarwendah angkat bicara mengenai keputusan melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Metro Jakarta Selatan. Mantan istri Ruben Onsu itu menjelaskan bahwa langkah hukum tersebut bukan semata-mata keinginannya, melainkan berawal dari permintaan sang ibu yang merasa keluarga mereka telah menjadi korban fitnah dan ujaran kebencian bernuansa SARA.

Penjelasan tersebut disampaikan Sarwendah saat menjadi bintang tamu dalam podcast Curhat BANG bersama Denny Sumargo pada Kamis (29/7). Ia mengungkapkan bahwa ibundanya sangat terpukul setelah membaca berbagai pemberitaan dan komentar yang beredar di media sosial.

"Saya sebagai seorang ibu bagi anak-anak saya, saya pun tetap menjadi anak bagi ibu saya. Mama saya baca berita dari teman-teman, dia sakit, dan dia merasa sedih," kata Sarwendah.

Menurut Sarwendah, sang ibu tidak tega melihat putrinya terus-menerus menjadi sasaran hujatan. Tidak hanya dirinya, keluarga besar juga ikut terseret dalam berbagai tuduhan yang dinilai telah melampaui batas.

"Mama saya sakit hati. Anaknya dikata-katain, difitnah, dan fitnah itu bukan ke saya saja, tetapi sudah masuk ke keluarga saya dan mengandung unsur SARA," ujarnya.

Sarwendah menegaskan bahwa keputusan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum merupakan inisiatif sang ibu. Bahkan, ibundanya secara langsung menunjuk kuasa hukum yang berbeda untuk menangani kasus tersebut.

"Mama saya langsung bilang, 'Ya sudah kamu buat laporan.' Makanya itu kenapa pengacaranya berbeda karena memang mama saya sendiri yang menunjuk," tuturnya.

Selain merasa dirugikan secara pribadi, Sarwendah mengatakan tuduhan yang beredar juga telah mencoreng nama baik keluarganya, termasuk mendiang ayahnya.

"Karena ini sudah mencemarkan nama baik keluarga almarhum papa saya dan sudah mengandung unsur SARA," ungkapnya.

Salah satu tuduhan yang paling menyakitkan, menurut Sarwendah, adalah fitnah yang mengaitkan dirinya dengan isu pesugihan di Gunung Kawi. Isu tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu berbagai komentar bernada kasar.

"Aku dibilang menumbalkan papa aku untuk pesugihan Gunung Kawi. Aku juga dikata-katain dengan bahasa tidak pantas seperti lont, jual dr, sampai ada yang mengaitkannya dengan etnis," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat sang ibu semakin terpukul karena merasa keluarga yang selama ini dijaga nama baiknya justru menjadi sasaran penghinaan di ruang digital.

"Mama aku sedih karena dia merasa telah mendidik anak yang dia sayang secara baik-baik, tetapi diomongin seperti itu. Makanya ada beberapa akun yang dilaporkan," tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasokan Biosolar Ditambah, Pertamina Urai Antrean
• 22 jam lalu
0
thumb
Chanel Rilis Geometry Set Seharga Rp22 Juta, Alat Tulis Disulap Jadi Aksesori
• 21 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Dokter Magang di Kalibata City
• 20 jam lalu
0
thumb
Kesalahan Pencahayaan yang Sering Dilakukan di Rumah
• 8 jam lalu
0
thumb
UEFA: Banyak pihak tolak rencana FIFA jual saham Piala Dunia
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.