Menhan Sjafrie: Jadi Tentara Tidak untuk Gagah-gagahan

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan sekadar untuk tampil gagah.

Hal tersebut disampaikan Sjafrie di depan sejumlah prajurit saat melaksanakan kunjungan kerja ke Marshaling Area Yonif TP 941/Singa Perbangsa, Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

“Panjang ceritanya (terkait) kamu jadi tentara. Tidak untuk gagah-gagahan. Tetapi, tentara di samping dia gagah, tapi dia harus rela berkorban jiwa dan raga untuk negara dan bangsa Indonesia,” kata Sjafrie, dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Sjafrie lalu mengingatkan bahwa seluruh kebutuhan prajurit, termasuk gaji dan fasilitas yang diterima, berasal dari rakyat.

Baca juga: Momen Kapolri dan Panglima TNI Berbincang dengan Lulusan IPDN Saat Menunggu Prabowo

Karena itu, setiap prajurit harus menyadari bahwa mereka merupakan tentara rakyat yang bertugas mengabdi kepada masyarakat.

“Berarti berasal dari 280 jutaan rakyat yang membiayai kita sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia,” ujar dia.

Menurut Sjafrie, prajurit berasal dari rakyat dan pada akhirnya akan kembali menjadi bagian dari rakyat setelah pensiun.

Oleh sebab itu, selama masih berdinas, mereka harus mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga mengingatkan prajurit untuk mengamalkan nilai-nilai Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI, bukan sekadar menghafalnya.

Baca juga: Prabowo Naikkan Tukin Pegawai Kemenhan dan Prajurit TNI

Salah satu pesan yang paling ditekankan Sjafrie ialah agar prajurit tidak pernah menyakiti hati rakyat.

“Itu dipasang di barak-barak, itu bukan pajangan. Tapi, kau harus baca, kau harus pikirkan, dan kau harus simpan jiwa dan ragamu bahwa kau harus melaksanakan Delapan Wajib TNI,” ucap Sjafrie.

Sjafrie mengapresiasi prajurit Yonif TP 941/Singa Perbangsa yang aktif berbaur dengan masyarakat, mulai dari membantu kegiatan pendidikan, beribadah bersama warga, membina olahraga, hingga menjaga keamanan lingkungan.

Menurut dia, kedekatan dengan masyarakat merupakan wujud nyata pengabdian TNI sekaligus pelaksanaan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.

Baca juga: Raja Juli Setujui Batalyon TNI Bisa Dibangun di Kawasan Hutan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sjafrie juga berpesan agar prajurit muda terus meningkatkan kemampuan, disiplin, dan kesiapan menjalankan tugas agar dapat mengembangkan karier di lingkungan TNI.

“Negara atas nama rakyat berkewajiban untuk memenuhi kemampuanmu, memenuhi pendidikanmu, memenuhi latihanmu, memenuhi kewajiban tugasmu. Itu tugas negara. Tapi, kamu adalah berbakti pada negara dan bangsa,” pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sengit, Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China
• 1 jam lalu
0
thumb
Baznas RI dan BPJS-TK Berkolaborasi, Perkuat Perlindungan Sosial Bagi 100 Pekerja Rentan
• 20 jam lalu
0
thumb
Kemenkes Terbitkan Aturan Baru Program Internsip Dokter, Atur Jam Kerja-Libur
• 22 jam lalu
0
thumb
Piala Presiden 2026: Yuran Fernandes Bawa Persebaya Unggul Sementara atas PSMS
• 16 jam lalu
0
thumb
BPBD Jabar: 93 Kecamatan Dilanda Kekeringan, Terparah Kabupaten Bekasi
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.