Pantau - Laporan The New York Times mengungkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Senator Amerika Serikat Lindsey Graham yang telah meninggal dunia diduga berupaya mendiskreditkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menjelang Pemilihan Umum Amerika Serikat 2024.
Rekaman Ungkap Dugaan Upaya Melemahkan ICCLaporan tersebut berdasarkan rekaman yang diperoleh sutradara asal Inggris Alex Holder.
Rekaman itu mengungkap Netanyahu meminta diterbitkannya surat bipartisan dari anggota Partai Republik dan Partai Demokrat untuk memprotes perintah penahanan ICC terhadap dirinya.
Laporan itu juga menyebut Netanyahu menyarankan agar dugaan pelecehan seksual terhadap Jaksa ICC Karim Khan dimanfaatkan untuk "menodai" lembaga tersebut.
Pada 24 Juli 2026, negara-negara anggota ICC sepakat mencopot Karim Khan dari jabatannya terkait dugaan pelecehan seksual yang terus dibantahnya.
Surat Bipartisan dan Perintah PenangkapanLaporan tersebut menyebut Lindsey Graham berhasil memperoleh dukungan Senator Richard Blumenthal dan Ben Cardin dari Partai Demokrat.
Graham kemudian mengatakan kepada Netanyahu, "Kita dapatkan mereka berdua."
Laporan itu juga menyebut Graham meminta Netanyahu secara langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua senator tersebut serta menyampaikan komitmen terhadap normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi.
Surat bipartisan yang diterbitkan pada 1 November 2024 mengungkit dugaan pelecehan seksual terhadap Karim Khan dan menuding ICC tidak mematuhi hukum karena membatalkan pertemuan dengan pejabat Israel sebelum mengajukan surat perintah penangkapan.
Pada bulan yang sama, ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan pejabat pertahanan Israel Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.





Komentar (0)