Prabowo Hadiri Peresmian Renovasi Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peresmian renovasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026) siang.

Prabowo tiba di Stasiun Tawang pada pukul 11.10 WIB dengan mengenakan kemeja safari krem dan peci hitam.

Prabowo disambut oleh masyarakat Semarang yang ramai-ramai menunggunya.

Baca juga: Prabowo Bakal Naik Kereta Mewah Nusantara Explorer dari Semarang ke Batang

Lalu, Prabowo mendapatkan penjelasan singkat mengenai sejarah dan hasil renovasi Stasiun Semarang Tawang dari Dirut KAI Bobby Rasyidin.

"Bapak Presiden, izinkan saya laporan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini. Itu dioperasikan tahun 1914, dibuat di zaman Belanda 1911. Tentunya ini meninggalkan sejarah yang panjang bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia," ujar Bobby.

Baca juga: Hampir 1 Juta Penumpang Pakai Face Recognition di Daop 4 Semarang, Stasiun Tawang Tertinggi

Pada kunjungan kali ini, Prabowo tampak didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Dirut KAI Bobby Rasyidin, Menhub Dudy Purwagandhi, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya.

Prabowo akan meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, yang sudah dikerjakan oleh PT KAI Daop 4 Semarang selama 240 hari, atau terhitung sejak 5 Mei-30 Desember 2025.

"Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914," ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Kamis.

Prasetyo menjelaskan, sebagai bangunan yang berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010, proses renovasi turut melibatkan ahli cagar budaya guna menjaga nilai historis bangunan, dan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Menurutnya, cakupan pekerjaan tahap pertama meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir pada musim hujan.

"Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan," tuturnya.

Baca juga: Fadli Zon Bicara soal Bangunan Baru di Istana, Pastikan Bukan di Cagar Budaya

Lalu, Prasetyo memaparkan Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh layanan kereta api penumpang yang melintas di Kota Semarang.

Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatatkan kinerja layanan penumpang yang sangat baik, menempati peringkat 4 stasiun tersibuk di Indonesia dengan lebih dari 2,15 juta aktivitas naik-turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan mencapai 99,45 persen.

Selain nilai operasional, Stasiun Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional yang penting, antara lain sebagai titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden ke-1 Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kehadiran Presiden pada peresmian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam pelestarian cagar budaya nasional sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik," kata Prasetyo.

"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jantung Rusia Tak Lagi Aman! Drone Ukraina Tembus 1.300 Km, Moskow Klaim Tembak Jatuh 276 Drone
• 4 jam lalu
0
thumb
17 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Ditangkap KPK, DPR Punya Usul soal Remunerasi
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi tangkap pria pembawa tembakau sintetis di Tamansari
• 19 jam lalu
0
thumb
Ragam Kendaraan Terbaru Ditampilkan dalam GIIAS 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
OJK Siapkan Aturan Baru Unitlink, Perlindungan Konsumen Diperkuat
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.