Gempa Magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, Menyebabkan Korban Jiwa, Puluhan Orang Hilang

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Kyushu, Jepang, pada 28 Juli, yang memicu setidaknya 8 kebakaran dan 12 rumah runtuh. Hingga saat ini, diketahui setidaknya 2 orang tewas, ratusan orang dilarikan ke rumah sakit, dan banyak orang hilang; jumlah korban tewas dan luka-luka terus bertambah.

Lebih dari satu jam setelah gempa kuat tersebut terjadi, terdengar ledakan di pusat perbelanjaan besar “Aeon Mall Kumamoto” yang terletak di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto. Bagian tengah bangunan serta lantai dua runtuh secara luas, dinding luar ambruk, dan tulangan baja terlihat. 

Polisi menyatakan bahwa sekitar 20 hingga 30 karyawan dilaporkan hilang, banyak orang terluka, dan kemungkinan besar sudah ada korban jiwa. Tim penyelamat sedang berupaya sekuat tenaga untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Gempa ini memiliki kedalaman hiposentrum sekitar 16 kilometer dan mencatat intensitas gempa terkuat di Jepang sejak gempa Semenanjung Noto pada tahun 2024. Sebanyak 7 kota dan kecamatan di Prefektur Kumamoto, Prefektur Nagasaki, dan Prefektur Fukuoka mengeluarkan perintah evakuasi, dan lebih dari 210.000 orang dievakuasi secara darurat.

Pemerintah Jepang segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat. Perdana Menteri Sanae Takaichi memerintahkan kementerian terkait untuk segera memetakan situasi bencana serta mengerahkan seluruh upaya dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta penanggulangan bencana.

“Menanggapi permintaan bantuan bencana dari Gubernur Prefektur Kumamoto, Pasukan Bela Diri Jepang telah mengerahkan sekitar 3.600 personel untuk bertindak di daerah bencana,” ujar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. 

Saat ini, terjadi 8 kebakaran di berbagai lokasi di Prefektur Kumamoto, termasuk Kota Uki, Kota Hikawa, Kota Yatsushiro, dan Kota Kashima, serta sekitar 48.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Setidaknya 12 rumah runtuh, 50 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit, serta seorang wanita meninggal dunia.

Di Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, sejumlah jembatan mengalami kerusakan parah. Jembatan Ueyanagi di kota tersebut retak dan runtuh ke sungai, sementara jalan tol terputus menjadi dua bagian dengan pergeseran vertikal.

Di Jalan Tol Kyushu, pada ruas antara Persimpangan Matsuhashi dan Persimpangan Yatsushiro, terjadi perbedaan ketinggian serta pergeseran dan longsor pada sebagian permukaan jalan ke arah bawah.

Setelah gempa terjadi, Bandara Kumamoto sempat menutup landasan pacu, banyak penerbangan dibatalkan atau dialihkan, dan sejumlah perusahaan menghentikan operasinya secara darurat. Operasi logistik, komunikasi, dan ritel juga terdampak secara bersamaan.

Hingga saat ini, gempa tersebut telah memicu 61 gempa susulan. Badan Meteorologi Jepang mengingatkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut masih cukup aktif pasca-gempa, dan masyarakat perlu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa kuat kembali dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Laporan komprehensif oleh Lin Xi, koresponden New Tang Dynasty Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Targetkan Penataan 13 Ribu SPPG MBG Rampung 1-2 Bulan
• 8 jam lalu
0
thumb
BYD Perkuat Strategi Kendaraan Energi Baru Lewat M6 EV dan M6 DM di GIIAS 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Di Ujung Tanduk, Begini Skenario Persija Jakarta Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Cara Atasi Rambut Lepek saat Cuaca Panas
• 6 jam lalu
0
thumb
Mariano Peralta Bongkar Fakta di Balik Kepindahannya ke Persib, Ternyata karena Ini
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.