Tangerang Selatan, VIVA– PT Honda Prospect Motor (HPM) memilih langkah berbeda saat memulai era kendaraan listrik di Indonesia. Alih-alih langsung menjual dalam jumlah besar, pabrikan asal Jepang itu membatasi ketersediaan Honda Super-One menjadi hanya 100 unit sepanjang 2026.
Model tersebut diperkenalkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026, sebagai penanda dimulainya perjalanan elektrifikasi Honda di pasar Indonesia. Sementara harga resmi beserta pembukaan pemesanan baru akan diumumkan pada 5 Agustus 2026.
Keputusan menghadirkan Super-One dalam jumlah terbatas menunjukkan pendekatan bertahap yang dipilih Honda untuk memasuki segmen mobil listrik. Pada tahap awal, perusahaan lebih dulu memperkenalkan konsep kendaraan listrik yang tetap mengedepankan karakter berkendara yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.
"Kehadirannya menjadi langkah awal untuk memperkenalkan arah Honda Electric di Indonesia," ujar Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, dikutip VIVA Otomotif Kamis 30 Juli 2026.
Dari sisi desain, Super-One tampil dalam dimensi yang kompak dengan sejumlah elemen yang terinspirasi dari model-model ikonik Honda. Di bagian kabin, tata letak pengoperasian dibuat berorientasi kepada pengemudi, termasuk mempertahankan tombol fisik untuk berbagai fungsi utama.
Honda juga membekali mobil listrik ini dengan sejumlah teknologi yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Boost Mode untuk meningkatkan respons akselerasi, Simulated 7-Speed Gear Shift yang menghadirkan sensasi perpindahan gigi, serta Active Sound Control yang menghasilkan suara sesuai karakter berkendara.
Menurut Presiden Direktur HPM, Masanao Kataoka, transformasi menuju kendaraan listrik tidak berarti mengubah filosofi yang selama ini menjadi ciri khas Honda.
"Teknologi akan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman, namun setiap inovasi yang kami hadirkan harus tetap membawa karakter yang membuat setiap mobil Honda terasa menyenangkan untuk dikendarai. Itulah filosofi yang terus kami pegang saat memasuki era mobilitas baru," kata Kataoka.





Komentar (0)