FPCI Gelar Indonesia Net-Zero Summit 2026, Dorong Realisasi Aksi Iklim

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) akan menggelar Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Balai Kartini, Jakarta. 

Mengusung tema "It's Time to Deliver", konferensi tahunan tersebut akan menitikberatkan pada implementasi aksi iklim di tengah tantangan geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Pendiri dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal mengatakan, tema tahun ini dipilih karena berbagai target dan komitmen iklim yang telah diumumkan perlu segera diwujudkan melalui langkah nyata.

"Yang kita inginkan bukan hanya target yang ambisius, tetapi implementasi. Banyak program bagus di atas kertas, targetnya bagus, tetapi akhirnya tidak berjalan karena implementasinya tidak didorong dengan serius," kata Dino dalam press briefing INZS 2026 di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Dino, FPCI menyambut baik berbagai komitmen pemerintah di sektor transisi energi, termasuk target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan target tersebut akan ditentukan oleh realisasinya.

"Kami menyambut baik target itu, tetapi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita mewujudkannya. Let's deliver," ujarnya. Soroti Geopolitik hingga Transisi Energi Selain implementasi aksi iklim, INZS 2026 juga akan mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari keamanan energi, geopolitik, diplomasi iklim, perdagangan dan pembiayaan, solusi berbasis alam, hingga ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.

Dino menilai situasi geopolitik global saat ini turut memengaruhi agenda perubahan iklim. Menurutnya, meningkatnya belanja pertahanan di berbagai negara berpotensi menggeser perhatian dan sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk aksi iklim.

Karena itu, ia mendorong negara-negara middle power, termasuk Indonesia, mengambil peran lebih besar dalam menjaga kerja sama global di bidang perubahan iklim.

"Climate diplomacy terbuka lebar bagi Indonesia. Kami melihat Indonesia perlu lebih aktif mengambil peran bersama negara-negara middle power lainnya dalam menjaga agenda iklim global," katanya.

Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan transisi energi saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai upaya mengurangi emisi, tetapi juga menjadi peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan Indonesia.

"Investasi global sudah bergeser ke energi bersih. Indonesia sekarang berada di persimpangan, apakah hanya melihat perubahan iklim sebagai risiko atau juga sebagai peluang pembangunan ekonomi dan industrialisasi hijau," ujar Putra. Hadirkan Lebih dari 50 Pembicara INZS 2026 akan menghadirkan lebih dari 50 pembicara dari kalangan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dunia usaha, hingga lembaga riset. 

Beberapa di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Isu Air Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Utusan Khusus Perubahan Iklim Republik Rakyat Tiongkok Liu Zhenmin, serta sejumlah pakar dan pelaku industri.

Konferensi tersebut akan menghadirkan diskusi mengenai target pembangunan 100 gigawatt energi surya, pembiayaan transisi energi, industrialisasi hijau, kerja sama Indonesia-Tiongkok di bidang iklim dan energi, aksi iklim perkotaan, hingga elektrifikasi sebagai bagian dari upaya mencapai target net-zero Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suku Tengger Gelar Yadnya Karo Sodoran, Ritual Sakral Hormati Leluhur dan Jaga Harmoni Alam
• 17 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Naik Lebih dari 3%, Pasokan Minyak AS Menyusut
• 23 jam lalu
0
thumb
Cerita Satpam Bundaran HI Diajak Ketemu KDM, Sempat Curiga Ditipu lalu Minta Video Call
• 10 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: Berkaca Kekalahan di Singapura, Pelatih Timor Leste Siapkan Rencana untuk Redam Timnas Indonesia
• 9 jam lalu
0
thumb
Gempa M7,1 Guncang Kumamoto Jepang, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.