REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALAN BUN, – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) mengungkapkan bahwa petani kecil atau smallholders mengelola 41 persen dari total perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Data ini menegaskan peran sentral petani dalam industri tersebut, sekaligus menantang persepsi umum bahwa produksi minyak sawit hanya didominasi oleh korporasi besar.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan, dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, dalam sebuah acara diskusi media mengenai industri sawit berkelanjutan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Rabu. Ia menekankan bahwa petani kecil merupakan aktor vital dalam rantai pasok sawit nasional.
"Masyarakat seringkali memandang sawit hanya dari perspektif perusahaan besar, padahal data menunjukkan bahwa 41 persen industri sawit nasional dikelola oleh masyarakat," ujar Zaid. "Petani kecil bukan sekadar aksesori dalam industri sawit, melainkan aktor kunci dalam rantai pasok sawit nasional," tambahnya.
Sebaran dan Produktivitas Petani
Perkebunan rakyat ini tersebar di berbagai wilayah produsen utama, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara kolektif, mereka menghasilkan lebih dari 16 juta ton minyak sawit setiap tahunnya dan terus berupaya meningkatkan produktivitas.
Zaid menjelaskan bahwa kontribusi petani kecil dan produsen korporasi tidak hanya terbatas pada hasil perkebunan. Keduanya menopang aktivitas ekonomi yang luas di sepanjang rantai nilai kelapa sawit.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan
Industri ini tercatat mempekerjakan sekitar 16,5 juta orang di berbagai sektor, termasuk perkebunan, logistik, transportasi, perdagangan, industri pengolahan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini menjadikan sawit sebagai salah satu sumber lapangan kerja terbesar di Indonesia.
Di daerah-daerah produsen utama, investasi di sektor sawit juga telah mendukung pembangunan infrastruktur, menciptakan pusat-pusat ekonomi baru, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi regional. "Ketika kita berbicara tentang sawit, sebenarnya kita sedang berbicara tentang kesejahteraan jutaan rakyat Indonesia," tegas Zaid, seraya menekankan bahwa keberlanjutan jangka panjang industri ini sangat bergantung pada partisipasi dan produktivitas petani kecil.
Komentar (0)