Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7) malam WIB, Persebaya harus bekerja keras menghadapi pertahanan disiplin PSMS. Sundulan Yuran pada masa tambahan waktu babak pertama menjadi pembeda sekaligus mengantarkan tim asuhan Bernardo Tavares mengamankan tiga poin penting.
Kemenangan tersebut membuat Persebaya mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan. Green Force berada di puncak klasemen sementara Grup B dan tidak lagi dapat terlempar dari dua posisi teratas, sehingga tiket ke babak semifinal resmi berada dalam genggaman.
Persebaya Kesulitan Bongkar Pertahanan PSMS
Persebaya mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai. Namun, PSMS tidak membiarkan tuan rumah mengembangkan permainan dengan mudah. Ayam Kinantan menjaga jarak antarlini dengan rapat dan beberapa kali mencoba membalas melalui serangan cepat.
Miguel Pereira sempat terjatuh di kotak penalti PSMS pada awal pertandingan, tetapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Persebaya kemudian mendapatkan peluang melalui sundulan Koko Ari setelah menyambut sepak pojok Diogo Ramalho, tetapi bola masih melambung di atas mistar gawang.
PSMS juga sempat memberikan ancaman. Sundulan Raihan Utama masih dapat diamankan Reza Arya Pratama, sedangkan tembakan keras Daniel Barrow belum mampu menaklukkan penjaga gawang Persebaya tersebut.
Ketika babak pertama tampak akan berakhir tanpa gol, Persebaya akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit 45+1. Diogo Ramalho mengirimkan bola dari situasi sepak pojok yang kemudian disambut sundulan Yuran Fernandes.
Bek asal Tanjung Verde itu memenangkan duel udara di dalam kotak penalti dan mengarahkan bola ke gawang Muhammad Natshir. Gol tersebut membawa Persebaya menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
PSMS Menekan, Pertahanan Persebaya Tetap Solid
Tertinggal satu gol membuat PSMS bermain lebih berani setelah turun minum. Tim asuhan Eko Purdjianto meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali memaksa lini belakang Persebaya bekerja lebih keras.
Bernardo Tavares merespons dengan menurunkan sejumlah pemain utama untuk menjaga kontrol permainan sekaligus mencari gol tambahan. Francisco Rivera, Malik Risaldi, Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, dan Alex Martins menjadi bagian dari perubahan yang dilakukan Persebaya pada babak kedua.
Masuknya para pemain tersebut membuat serangan Green Force lebih hidup. Namun, beberapa peluang yang diperoleh belum mampu dikonversi menjadi gol karena pertahanan PSMS dan Muhammad Natshir tampil cukup disiplin.
Di sisi lain, Reza Arya juga memegang peran penting dalam menjaga keunggulan Persebaya. Kiper Green Force itu mampu meredam ancaman PSMS, termasuk tekanan yang meningkat menjelang pertandingan berakhir.
Hingga tambahan waktu enam menit selesai, tidak ada gol lain yang tercipta. Persebaya mempertahankan keunggulan 1-0 dan meraih kemenangan kedua tanpa kebobolan di Piala Presiden 2026.
Dua Kemenangan, Dua Clean Sheet
Keberhasilan mengalahkan PSMS melanjutkan awal sempurna Persebaya di Grup B. Pada pertandingan pembuka, Bajol Ijo juga menang 1-0 atas Persija Jakarta.
Dengan demikian, Persebaya telah mengumpulkan enam poin, mencetak dua gol, dan belum kebobolan dalam dua pertandingan. Catatan itu memperlihatkan solidnya pertahanan Green Force meski Bernardo Tavares melakukan sejumlah rotasi pemain.
Meski tiket semifinal sudah diamankan, Persebaya masih memiliki satu pertandingan melawan Port FC pada laga terakhir fase grup, Sabtu 1 Agustus mendatang. Pertemuan tersebut akan menentukan posisi akhir sekaligus status juara Grup B.
Bagi PSMS, kekalahan kedua secara beruntun membuat peluang menuju semifinal tertutup. Sementara itu, Persebaya dapat menghadapi pertandingan terakhir dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengamankan dua kemenangan dan dua clean sheet.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)






Komentar (0)