Gandeng TNI- Polri, BGN Kaji Skema MBG untuk Anak di Daerah Rawan Konflik Papua

rctiplus.com
17 jam lalu
Cover Berita
Gandeng TNI- Polri, BGN Kaji Skema MBG untuk Anak di Daerah Rawan Konflik PapuaNasional | okezone | Rabu, 29 Juli 2026 - 21:00

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengkaji mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penerima manfaat yang tinggal di daerah rawan konflik, termasuk di Papua. Menurut dia, seluruh anak Indonesia, terutama yang berada di wilayah sulit dan membutuhkan harus tetap mendapatkan akses perbaikan gizi.

Sudaryono mengatakan, BGN telah melakukan sejumlah proyek percontohan atau piloting untuk menjangkau anak-anak di daerah rawan konflik. Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan TNI dan Polri dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di lokasi, termasuk gereja.

"Ini juga sedang kami pikirkan mekanismenya ya, ada beberapa piloting yang sudah kita lakukan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri menggunakan fasilitas ada gereja dan lain-lain karena anak-anak di seluruh mana pun ya Indonesia di mana pun, kata Sudaryono, dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga:MK Tolak Gugatan Uji Materi Dharma Pongrekun terhadap UU Kesehatan

“Khususnya anak-anak yang memang membutuhkan daerah-daerah rawan konflik daerah-daerah yang jauh itu juga harus mendapatkan akses perbaikan gizi yang memang mereka sangat membutuhkan itu,"lanjutnya.

Selain membahas penyaluran MBG di wilayah rawan konflik, Sudaryono juga menyinggung upaya perluasan layanan program di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut dia, Papua bukan satu-satunya wilayah yang menjadi perhatian pemerintah dalam penguatan layanan gizi.

 

Ia menyebut sejumlah daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku juga masuk dalam pemetaan BGN untuk mendapatkan perhatian lebih dalam pelaksanaan program MBG.

"Papua, NTT, kemudian di Maluku di mana-mana, ini semua ada petanya, kita mau perbaiki ke situ ya. Kita mau perbaiki yang memang harus penting dan genting harus diperbaiki," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR minta Komjak lakukan eksaminasi khusus kasus eks Jampidsus
• 4 jam lalu
0
thumb
PWI Berdamai, MIO Pilih Pertahankan Laporan Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
• 14 jam lalu
0
thumb
Penyebaran Budaya LGBT Ancam Masa Depan Anak, Kemenag Siapkan Penguatan Kurikulum
• 1 jam lalu
0
thumb
Mengenal pusat pelatihan dan pengembangan pekerja terampil di Jerman
• 5 jam lalu
0
thumb
Komisi IX DPR Terima Masukan Buruh soal RUU Ketenagakerjaan, Dibawa ke Panja
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.