"Tidur Ngemper Pakai Tikar Sama Anak" Saat Pak Awang Tinggal di Minimarket Jakbar

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Seorang pria bernama Muhammad Buang (42) dan anaknya tidur di minimarket, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (29/7/2026)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pria Muhammad Buang (42) tidur di depan salah satu minimarket, Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pria dipanggil Awang ini sudah sekitar tiga tahun tidur di minimarket tersebut bersama anaknya Gilang Ramadhan (6) hanya beralaskan tikar.

"Tidur di sini aja, ngemper pakai tikar sama anak. Saya sudah tiga tahun di sini," kata Muhammad saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Tangis Pemulung dan Anak Kelaparan, Saat Rumah Makan Gratis Bekasi Terus Berbagi Makanan

Awalnya seorang driver ojek online (ojol) melihat Buang menggendong anaknya yang masih 3 tahun di pinggir jalan dekat minimarket.

KOMPAS.COM/Pandi Ramedhan Seorang pria bernama Muhammad Buang (42) tiga tahun tidur di minimarket Grogol Petamburan, Jakarta Barat, bersama anaknya yang berusiq 6 tahun, Rabu (29/7/2026).

Lalu dia ditawari driver ojol untuk tidur di depan minimarket.

Sebelum tidur di depan minimarket, Buang yang saat itu bekerja sebagai sopir tinggal bersama istri mengontrak rumah di Jakarta.

Setelah cerai, dia pindah ke rumah saudaranya di Jakarta.

"Nah saya itu pas si Gilang lahir, saya cerai sama bini saya. Itu anak umur 1 tahun setengah," ungkapnya.

Sejak itulah, Buang memilih menjadi petugas parkir sembari menjaga anaknya yang belum sekolah.

Baca juga: Satpam Curi 1.700 Ompreng MBG di Tangsel, Uangnya Dipakai Beli Sabu

Dia mendapatkan uang Rp 60.000 per hari selama menjaga parkiran.

"Duitnya ya buat makan, sama paling ya buat jajan si kecil," katanya dengan mata berlinang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini dia berharap anaknya Gilang bisa mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan. Sebab, Buang mengaku uang hasil parkir tidak cukup untuk menabung.

"Tekad saya, saya mau didik anak saya, saya besarin. Saya enggak mau nyusahin keluarga," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Tangkap Lagi 2 Pelaku Gembos Ban Rp1,2 Miliar di Kalideres Jakbar
• 14 jam lalu
0
thumb
Survei Terbaru SMRC, Ini Sosok Capres dengan Elektabilitas Tertinggi
• 11 jam lalu
0
thumb
Jakarta Jemput Anak Putus Sekolah lewat Program ”Sekolah Kembali”
• 16 jam lalu
0
thumb
Musim Kemarau, Damkar Serang Hampir Tiap Hari Terima Laporan Kebakaran Lahan
• 10 jam lalu
0
thumb
The Fed Tahan Suku Bunga, Peluang Kenaikan Kian Menguat
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.