Kebakaran Hutan Melanda Dunia; Eropa Barat Berjuang Memadamkan Api Siang dan Malam, Bersiap Menghadapi Gelombang Panas Baru

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

Belakangan ini, akibat gelombang panas dan kekeringan yang berkepanjangan, kebakaran hutan di Eropa dan Amerika Utara terus berkobar, memaksa ratusan ribu penduduk mengungsi dari rumah mereka. Saat ini, Prancis dan Spanyol berlomba dengan waktu untuk mengendalikan kebakaran hutan, sambil bersiap menghadapi gelombang panas berikutnya.

EtIndonesia.com Spanyol sedang menghadapi kebakaran hutan terparah dalam sejarah, dengan sekitar 100.000 orang dievakuasi secara darurat. Luas hutan yang terdampak melebihi 170.000 hektar, meningkat hampir enam kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Saat ini, kebakaran hutan telah menewaskan setidaknya 13 orang; jika ditambah dengan faktor-faktor seperti gelombang panas, jumlah korban tewas telah melampaui 3.800 orang. Badan Meteorologi memperingatkan bahwa Spanyol dan Prancis akan kembali dilanda gelombang panas minggu ini, sehingga upaya pemadaman diperkirakan akan semakin sulit.

Di Prancis, kebakaran hutan berskala besar meletus di pesisir Atlantik dan terus mendekati kawasan penghasil anggur terkenal, Bordeaux; jarak api dari pusat kota hanya sekitar 15 kilometer. Pihak berwenang segera mengevakuasi 220.000 penduduk dan wisatawan, sementara Presiden Macron juga menggelar rapat darurat serta mengerahkan sejumlah besar petugas pemadam kebakaran, polisi, dan tentara untuk membantu upaya penyelamatan.

Jean-François Milien, seorang warga Le Busca di dekat Bordeaux, mengatakan, “Beberapa orang kehilangan rumah mereka, bahkan terpaksa meninggalkan rumah di tengah malam. Ini benar-benar bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Selain itu, sejumlah negara di Eropa juga dilanda kebakaran hutan. Bulan ini, kebakaran hutan di Pulau Sisilia, Italia, mendekati pemukiman penduduk, sehingga ratusan orang dievakuasi; kebakaran juga terjadi secara beruntun di Yunani, Portugal, dan Turki. Di dekat Drammen, Norwegia selatan, bahkan terjadi kebakaran perumahan yang parah, yang menghancurkan lebih dari 100 rumah.

Kebakaran hutan di Kanada juga menarik perhatian global. Perdana Menteri Carney menyebut ini sebagai musim kebakaran hutan terparah dalam sejarah. Sebelumnya, asap tebal dari kebakaran hutan di Provinsi Ontario sempat melintasi perbatasan dan menyebar ke sejumlah kota besar di Pantai Timur dan Midwest Amerika Serikat.

Pejabat Uni Eropa memperingatkan bahwa kebakaran hutan mungkin akan terus berkobar hingga awal November, dan luas area yang terdampak kebakaran hutan di seluruh dunia tahun ini akan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Laporan komprehensif oleh Xiao Chang, koresponden New Tang Dynasty Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Survei SMRC, Elektabilitas Prabowo Drop Parah dalam 9 Bulan Terakhir
• 58 menit lalu
0
thumb
Ditahan KPK, Mahrus Diduga Suap Anwar Sadad Rp 1,5 M hingga Emas 1 Kg
• 21 jam lalu
0
thumb
Polije Kembangkan Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Sakit Bersama PT Rolas
• 3 jam lalu
0
thumb
Motor JDM Langka dari Suzuki, Beratnya Cuma Setara 2 Galon
• 10 jam lalu
0
thumb
OpenAI Ungkap Serangan Agen AI Miliknya Bukan Cuma ke Hugging Face
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.