Polres Manggarai Barat menemukan unsur kelalaian dalam insiden tewasnya turis WN China bernama Guo Xingyou (29) dan Sha Gingyang (30) saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/7).
"Temuan awal penyidik menunjukkan adanya hambatan komunikasi (language barrier) saat penyampaian instruksi keselamatan (safety briefing)," kata Kepala Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, Selasa (28/7).
Leonardo menuturkan, kedua korban diketahui tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai. Akibatnya, materi keselamatan diduga tidak dipahami secara utuh sebelum mereka mengikuti aktivitas wisata.
Polisi juga telah memeriksa 14 saksi dalam insiden ini.
"Sampai saat ini, Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satpolairud Polres Manggarai Barat telah meminta keterangan dari 14 orang saksi secara maraton," ujar Leonardo.
Penyelidikan juga mengungkap bahwa saat rombongan tiba di Pulau Kelor, para wisatawan tidak didampingi pemandu wisata (tour guide) profesional yang tersertifikasi. Mereka hanya mendapat arahan dari seorang siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Labuan Bajo.
Selain itu, saat melakukan aktivitas snorkeling, kedua korban hanya dibekali masker selam (goggles) dan kaki katak (fins). Keduanya diduga masuk ke perairan tanpa mengenakan jaket pelampung (life jacket), yang seharusnya menjadi perlengkapan keselamatan wajib dalam aktivitas tersebut.
Temuan-temuan tersebut kini masih didalami penyidik untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana serta pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban dalam insiden yang menewaskan pasangan suami istri asal China tersebut.






Komentar (0)