TABLOIDBINTANG.COM - Twilite Orchestra siap perayaan hari jadinya yang ke-35 melalui Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert yang akan berlangsung di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran, Minggu (6/9), pukul 16.00 WIB. Konser tersebut akan menampilkan rangkaian repertoar lintas genre yang menggambarkan perjalanan musikal orkestra sejak didirikan pada 8 Juni 1991.
Selama 35 tahun, Twilite Orchestra tetap konsisten berkarya di bawah arahan Addie MS. Konsistensi itu menjadikan kelompok ini sebagai salah satu orkestra Indonesia yang mampu bertahan paling lama dengan kepemimpinan yang sama.
Addie MS mengaku tidak pernah menyangka Twilite Orchestra dapat terus bertahan hingga saat ini, mengingat kondisi musik simfonik di Indonesia pada awal berdirinya masih jauh dari ideal.
"Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkannya saya bersama Twilite Orchestra bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya Twilite Orchestra, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan, karena ekosistem musik simfonik yang memang sangat tidak kondusif saat itu," ungkap Addie MS.
Konser perayaan ini mendapat dukungan dari Adinda Bakrie Foundation, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan konser yang menandai kiprah Twilite Orchestra selama lintas generasi.
Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Bakrie, berharap peringatan 35 tahun ini menjadi awal bagi langkah yang lebih besar bagi Twilite Orchestra.
“Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekedar ceremony, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra,” ujar Adinda Bakrie.
Dalam konser nanti, Twilite Orchestra akan membawakan berbagai karya dari beragam genre, mulai dari musik film, video game, musikal Broadway, musik klasik, opera, hingga lagu daerah Indonesia. Beberapa repertoar yang disiapkan di antaranya Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, Liberi Fatali karya Nobuo Uematsu, Phantom of the Opera karya Andrew Lloyd Webber, serta Fantasia Nusantara ciptaan Addie MS.
Selain itu, penonton juga akan disuguhkan repertoar opera seperti Nessun dorma, Sempre libera, dan March of the Toreadors dari opera Carmen.
Konser ini turut menghadirkan sederet penampil spesial, yakni penyanyi soprano Sydney Opera House Meechot Marrero, tenor Indonesia Oswin Wilke, serta harpis Rama Widi. Mereka akan tampil bersama 74 musisi Twilite Orchestra.
Skala pertunjukan semakin megah dengan keterlibatan sekitar 200 penyanyi paduan suara dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, dan PSM Universitas Mercu Buana.





Komentar (0)