Menag Nasaruddin Ikuti PMKNU di Gresik, Dinobatkan Jadi Peserta Paling Rajin

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I yang digelar PCNU Gresik pada 22-26 Juli 2026. Nasaruddin menjadi salah satu kandidat Caketum PBNU pada Muktamar Agustus mendatang.

Nasaruddin dinobatkan sebagai peserta paling rajin karena disebut tidak pernah mengantuk selama mengikuti rangkaian forum.

Melansir nugresik.or.id, Rabu (29/7), PMKNU Angkatan I diikuti 72 peserta dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari pengurus PWNU, PCNU, MWCNU, lembaga dan badan otonom NU, hingga peserta dari berbagai latar belakang profesi.

Kegiatan dipusatkan di Hotel Horison GKB Gresik dan ditutup dengan ziarah ke Makam Kanjeng Sunan Giri di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Para peserta mengikuti istighasah, doa bersama, prosesi baiat, hingga penutupan pendidikan kepemimpinan tersebut.

Ketua PCNU Gresik KH Mulyadi bersyukur seluruh peserta dapat mengikuti kaderisasi selama lima hari penuh meski memiliki kesibukan masing-masing.

"Tiada yang patut kita hadirkan kecuali rasa syukur. Kami bisa merasakan kesibukan panjenengan, kadang sehari satu, dua, bahkan tiga kegiatan. Apalagi seperti Pak Menteri. Namun Allah menakdirkan kita berkumpul selama lima hari dalam rangka membangun koherensi dengan PBNU melalui proses pengaderan ini. Ini adalah anugerah dari Allah SWT," ujar KH Mulyadi.

Nasaruddin Jadi Peserta Paling Rajin

Pada sesi penutupan, panitia memberikan kesempatan kepada tiga peserta untuk menyampaikan kesan selama mengikuti PMKNU.

Mereka adalah KH Moh Sholeh sebagai peserta tertua, Nyai Hj Aliyah Ghozali mewakili peserta perempuan, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., didapuk oleh panitia sebagai peserta paling rajin, tidak mengantuk sepanjang berlangsungnya forum PMKNU," demikian keterangan tersebut.

Sementara Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) KH Miftah Faqih mengatakan, lima hari kaderisasi memang singkat. Namun, menurutnya, waktu tersebut cukup untuk membentuk perubahan cara pandang dan memperkuat komitmen pengabdian di NU.

"Lima hari memang sangat singkat. Tetapi bagi saya, itu sudah cukup. Yang penting panjenengan mengalami transformasi, memperbaiki niat, memahami bagaimana menjadi pengurus NU yang benar, mengetahui arah perjuangan, dan yang tidak kalah penting mendapatkan banyak teman," kata KH Miftah.

Ia menegaskan baiat yang diucapkan seluruh peserta merupakan bentuk kesungguhan dalam mengemban amanah sebagai pemimpin NU.

"Dan yakinlah bahwa para Muassis NU bertanggung jawab atas keseriusan kita," tandasnya.

Prosesi penutupan PMKNU Angkatan I dipimpin KH Miftah Faqih didampingi jajaran PWNU Jawa Timur dan PCNU Gresik. Rangkaian kegiatan berakhir dengan ziarah ke Makam Kanjeng Sunan Giri.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jelang HUT ke-81 RI, Simak 5 Fakta Menarik di Balik Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan 1945
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK Tahan Anggota DPRD Jatim Mahrus Ali Terkait Kasus Suap Pengurusan Dana Hibah
• 20 jam lalu
0
thumb
Beroperasi Tanpa Izin, Dua Pengangkut Sampah di Hutan Kota Penjaringan Didenda Rp15 Juta
• 21 jam lalu
0
thumb
SAP University Alliances Beri Tiga Penghargaan ke Perguruan Tinggi Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Dekati 6.000, Transisi BI, Rupiah, hingga FOMC Jadi Sorotan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.