PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengantongi laba bersih sebesar USD 19,3 juta pada semester I 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD 74,4 juta.
Di sisi lain, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 22,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi USD 82,1 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi bisnis logistik serta kontribusi segmen energi.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, EBITDA meningkat 25,3 persen menjadi USD 31,6 juta dengan marjin EBITDA naik menjadi 38,5 persen dari sebelumnya 37,7 persen. Sementara itu, marjin laba bersih perseroan tercatat sebesar 23,5 persen.
Pertumbuhan pendapatan perseroan terutama ditopang segmen logistik yang meningkat 80,2 persen menjadi USD 27 juta seiring ekspansi bisnis logistik maritim dan darat. Pendapatan dari segmen energi juga mencatatkan kenaikan 5,4 persen menjadi USD 51,8 juta.
Adapun segmen kepelabuhanan dan penyimpanan membukukan pendapatan sebesar USD 2,5 juta, dibandingkan USD 2,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga akhir Juni 2026, perseroan mencatat total aset sebesar USD 1,93 miliar, atau naik 10,9 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Posisi kas, setara kas, dan surat berharga mencapai USD 658,7 juta, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi berada di level 41 persen.
Belanja Modal
Selama enam bulan pertama tahun ini, CDIA merealisasikan belanja modal sebesar USD 94,2 juta untuk mendukung agenda ekspansi bisnis.
Pada periode tersebut, CDIA melanjutkan ekspansi di sektor logistik melalui pelayaran perdana dan sandar perdana kapal logistik kimia cair Novah berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT). Perseroan juga menginvestasikan USD 90 juta untuk mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada guna memperkuat bisnis logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Selain itu, CDI menanamkan investasi USD 15,5 juta untuk mengakuisisi 49 persen saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. sebagai bagian dari strategi memperluas basis pelanggan dan sumber pendapatan.
Pada bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, anak usaha CDI, PT SCG Barito Logistics, menandatangani nota kesepahaman dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container, dan layanan bongkar muat di Krakatau International Port.
Sementara itu, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026.
Di sektor energi, CDIA juga memperluas portofolio infrastruktur rendah karbon. Anak usahanya, PT Chandra Waste Energy, bersama konsorsium ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang, Banten.






Komentar (0)