Safari Jokowi “Pulang Kampung ke NTT”

cumicumi.com
3 jam lalu
Cover Berita
































Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi melanjutkan agenda silahturahmi kebangsaannya ke seluruh Indonesia. Setelah mendatangi Lampung pada 26 – 28 Juni, tujuan berikutnya adalah NTT. Menurut agenda yang didapat dari tim relawan Jokowi, kunjungan ke NTT akan berlangsung pada tanggal 31 Juli hingga 2 Agustus mendatang.

Kunjungan ke NTT akan dipusatkan di Pulau Timor, dengan agendan kegiatan yang akan digelar di sejumlah titik. Dua agenda utamanya adalah mengunjungi proyek rumput laut di Pantai Tablolong dan menghadiri Konferda PSI NTT di Kota Kupang.

Menyambut kedatangan Jokowi masyarakat bersama elemen relawan serta pengurus PSI NTT melakukan rangkaian persiapan. Pantai Oesina di Kabupaten Kupang akan menjadi salah satu titik kegiatan, telah disisir dan dibersihkan oleh masyarakat setempat. Di pantai yang indah ini nanti Jokowi akan disambut secara adat dengan tarian adat massal dengan ribuan massa yang datang dari berbagai daerah di Pulau Timor.

Kemeriahan penyambutan juga tampak sepanjang jalan menuju Pantai Oesina. Sejumlah spanduk bertuliskan SELAMAT PULANG KAMPUNG PAK JOKOWI terpasang di setiap satu kilo meter sepanjang jalan menuju Oesina.


Utje Gustaf Pati, kuncen RJ2 turun langsung dari Jakarta untuk mengkoordinasikan seluruh elemen relawan Jokowi dalam rangka mensukseskan rangkaian kegiatan ini. Terkait tema JOKOWI PULANG KAMPUNG, Utje menjelaskan, tema itu menggambarkan relasi emosional masyarakat NTT dengan Jokowi. Bagi masyarakat NTT, kata Utje, Jokowi adalah jawaban atas doa para leluhur sejak Indonesia merdeka.

"Sejak Indonesia merdeka, belum pernah NTT mendapat perhatian yang istimewah seperti yang diberikan oleh Pak Jokowi. Orang NTT melihat Jokowi adalah utusan takdir sekaligus jawaban atas doa para leluhur kami yang mengharapkan NTT berubah seperti daerah-daerah lain di Indonesia," ucap Utje kepada cumicumi.com beberapa hari lalu.

Harus diakui Jokowi memang memiliki jejak yan melekat dalam ingatan kolektif masyarakat NTT. Setidaknya pria Solo itu merupakan Presiden dengan intensitas kunjungan paling inteng ke NTT. Selama 10 tahun menjabat Presiden RI tercatat setidaknya 20 kali Jokowi datang ke NTT. Hampir semua kabupaten dan kota sudah pernah didatanginya.

Perjalanan itu tidak sekedar lawatan biasa. Jokowi datang dengan niat membawa perubahan dengan membangun sejumlah sarana dan prasarana yang menunjang dan mendorong perubahan NTT. Beberapa di antaranya, 7 bendungan yang tersebar di sejumlah kabupaten, perbaikan dan pembangunan jalan sepanjang 217 KM, tranformasi pariwista Labuan Bajo menjadi pariwisata premium.


Jangan heran, Jokowi begitu dikenang dan dicintai oleh masyarakat NTT. Mereka melihat Jokowi tidak saja sebagai seorang pejabat negara, tetapi secara emosional menempatkannya sebagai bagian dari masyarakat, saudara, atau kerabat. Karena itu, tema JOKOWI PULANG KAMPUNG adalah tagline yang tepat untuk kunjungan Jokowi ke NTT setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden.

Memang, Jokowi tidak serta merta menghapus kemiskinan dari bumi NTT. Setidaknya ia sudah menunjukkan jalan bagaimana seharusnya membuat NTT bergerak dari garis kemiskinan. Berkaitan dengan tingkat kemiskinan di NTT, sejumlah pihak mengatakan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di NTT tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah pusat, tapi juga menuntut ikhtiar, kreativitas serta terobosan dari pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah dari propinsi hingga tingkat kelurahan harus jeli membaca peluang dan melakukan terobosan luar biasa, agar upaya mengentaskan kemiskinan bisa berhasil. Jika hanya mengharapkan pemerintah pusat, NTT akan sulit bergerak dari garis kemiskinan," kata seorang warga perantauan NTT di Jakarta.

Warga diasporan NTT di Jakarta berharap, kunjungan Jokowi ke NTT tidak hanya sebatas melepas rindu dengan masyarakat, tapi memberikan spirit perubahan bagi seluruh warga agar arah pembangunan yang telah dibuatnya semasa menjadi Presiden terus menginspirasi seluruh stakeholder di bumi Flobamora.

"Pak Jokowi selama menjadi Presiden sudah memberikan google maps untuk arah pembangunan NTT yang tepat. Sekarang tinggal kita sebagai masyarakat mengikuti arah dan dasar pembangunan yang sudah dia letakan. Pemerintah daerah di seluruh NTT juga harus bijak dan pintar menentukan prioritas pembangunan agar tepat sasar dan efektif dalam meningkatkan taraf hidup seluruh masyarakat," kata Petrus Balapattiona, lawyer asal Flores yang sukses mengadu nasib di Jakarta. (vibes)

 

 

 

 

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Golkar Pertanyakan Maraknya OTT Kepala Daerah: Ada Skenario Parade Pengungkapan Korupsi?
• 2 jam lalu
0
thumb
Pesan Prabowo ke Lulusan IPDN: Jalan Hidup yang Saudara Pilih Penuh Rintangan dan Pengorbanan
• 8 jam lalu
0
thumb
Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba, Bhabinkamtibmas Polsek Tondon Nanggala Sosialisasi di SMPN 3 Satap Nanggala Toraja Utara
• 1 jam lalu
0
thumb
Marak Aksi Main Hakim Sendiri, Rieke Diah Pitaloka: Negara Tak Boleh Biarkan Kekerasan Jadi Budaya
• 12 jam lalu
0
thumb
PWI Resmi Cabut Laporan ke Hotman Paris di Polda Metro Jaya
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.