SURABAYA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari membela Presiden RI Prabowo Subianto soal kontrovesi ucapan "Londo ireng." Qodari menyebut pidato Prabowo sebatas untuk "membela kepentingan rakyat."
Saat ditanya wartawan soal maksud Prabowo menuduh jurnalis, pengamat, serta LSM, sebagai "Londo ireng", Qodari meminta publik fokus ada substansi pidato Prabowo secara menyeluruh.
Adapun ucapan Prabowo mengenai "Londo ireng" disampaikan saat Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa pada Kamis (23/7/2026) lalu. "Londo ireng" atau "Belanda hitam" dalama bahasa Indonesia adalah istilah peyoratif untuk menyebut pribumi yang mengkhianati bangsanya pada masa kolonial.
"Kalau mengenai pernyataan Presiden, pidato Presiden, mari kita lihat rangkaian pidato Presiden, semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat," kata Qodari di Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Sebut Ada Orang Indonesia Senang Mengabdi ke Bangsa Lain, Singgung Londo Ireng Zaman Perang
Qodari kemudian menyebut Prabowo selalu konsisten dalam berpidato. Menurutnya, pidato Prabowo selalu membahas kesejahteraan masyarakat dan permasalahan bangsa.
Muhammad Qodari kemudian membeberkan sederet prestasi Prabowo yang juga disinggung dalam pidato-pidato sang presiden.
"Konsisten sekali pidato Presiden itu, selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50," kata Qodari.
"Kemudian juga bagaimana blok Masela sudah 28 tahun akhirnya dimulai. Kemudian bagaimana beliau mengungkap adanya praktik under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara setiap tahun 500 triliun, 600 triliun, itu semua mau dihentikan. Jadi insyaallah kita kalau fokus kepada substansi, itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato Bapak Presiden."
Sebelumnya, Prabowo menuai kontroversi usai menyebut jurnalis, pengamat, serta pekerja LSM sebagai "Londo ireng" atau pengkhianat bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo berseloroh mengenai "Londo ireng" yang bekerja untuk bangsa lain. Menurutnya, "Londo ireng" dari era kolonial kini masih ada, tetapi sekadar ganti baju.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- londo ireng
- prabowo londo ireng
- prabowo subianto
- muhammad qodari
- apa itu londo ireng






Komentar (0)