Pantulan cahaya di mata anak umumnya membuat para ibu khawatir karena merupakan salah satu ciri-ciri penyakit retinoblastoma (kanker mata). Hal ini juga menjadi perhatian khusus dari seorang ibu di akun sosmednya @dkcici di Threads.
Ia menceritakan kekhawatirannya setelah melihat pantulan kemerahan pada mata anaknya saat merekam video dengan flash di tempat gelap. Kemudian tak ingin menebak-nebak hasilnya, ia segera membawa sang anak ke dokter mata untuk melihat apakah ini tanda kanker mata atau hanya pantulan biasa.
Hasilnya, sang anak bebas dari diagnosa kanker hanya saja silinder pada matanya yang tinggi dan diharuskan untuk check up rutin tiap 6 bulan sekali. Lantas, apa saja ciri-ciri pantulan cahaya pada mata normal dan bahaya retinoblastoma?
Apa Itu Retinoblastoma dan Kapan Harus Khawatir?Dikutip dari webMD, retinoblastoma adalah penyakit kanker mata yang umumnya terjadi pada bayi dan anak di bawah 5 tahun. Tanda yang paling sering dikenali adalah munculnya pantulan putih pada pupil mata saat terkena cahaya atau flash.
Tapi tidak semua pantulan cahaya ini menjadi tanda. Ya, Moms meski sama-sama pantulan, ada perbedaan yang bisa dikenali lebih jauh seperti:
Pantulan mata sehat
Pantulan cahaya bisa tampak putih karena sudut pengambilan foto, pencahayaan atau efek flash.
Biasanya hanya muncul sesekali dan tidak disertai keluhan lain pada mata.
Pantulan retinoblastoma
Pantulan putih (leukokoria) munculnya berulang bahkan bisa terlihat tanpa flash.
Mata juga disertai mata juling, mata merah, terasa nyeri, adanya penurunan penglihatan dan bola mata tampak membesar dari ukuran aslinya.
“Tapi tidak selalu mata putih (leukokoria) adalah retinoblastoma. Penyakit yang mempunyai ciri-ciri ini juga berupa katarak, retinopathy of prematurity, coats disease dan persistent hyperplastic primary vitreous (PHPPV),” jelas dokter sub spesialis mata anak dan mata juling JEC Eye Hospitals and Clinics, dr. Florence Meilani Manurung, Sp.M(K), pada kumparanMOM, Selasa (29/7).
Lalu Kapan Perlu Khawatir?Menurut dr. Florence, jika orang tua sering melihat pantulan putih pada anak sebaiknya segera periksakan ke dokter mata meski anak masih bayi. Pemeriksaan yang bisa dilakukan meliputi:
Pemeriksaan kemampuan melihat
Pemeriksaan bagian depan mata
Pemeriksaan retina (funduskopi)
Evaluasi apakah ada indikasi juling atau bola mata membesar
“Pemeriksaan mata juga tetap dilakukan sampai usia anak 5-6 tahun untuk memantau mata anak,” tutup dr. Florence.






Komentar (0)